Bahas 2 Agenda, Pemkot Bogor Adakan Diskusi Bersama PT INKA dan Jajaran Dishub

oleh -21 views
Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim saat diskusi.

BOGOR, Jumat (21/02/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengadakan diskusi dengan mengagendakan dua pembahasan, antara lain terkait rencana pengembangan angkutan umum massal berbasis rel dan pengkajian untuk pelebaran jembatan Otista.

“Hari ini kami bersama pihak PT INKA dengan Dishub membahas dua agenda, yaitu trem dan pelebaran jembatan Otista. Terkait  jembatan Otista, ada delapan bidang lahan yang akan dibebaskan. Enam bidang diantaranya milik pribadi dan dua bidang milik negara,” kata wakil walikota Bogor Dedie A Rachim saat menghadiri diskusi bersama PT INKA dengan jajaran pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) yang berlangsung di Kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Kamis (20/02) siang.

Menurut Dedie, proses tahapan pembebasan lahan delapan bidang sendiri telah memasuki tahap akhir untuk penyelesaian. Nantinya, tim konsultan dari PT INKA akan membantu pengkajian dari sisi teknis beban jembatan dan lain-lain.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo ditempat yang sama menyampaikan, diskusi jajaranya dengan PT INKA ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan pihaknya ke Madiun beberapa waktu lalu. PT INKA akan berinvestasi ke Kota Bogor, oleh karenanya diperlukan pembahasan teknis.

“PT INKA ingin menindaklanjuti pertemuan kita di Madiun, karena PT INKA mau berinvestasi di Kota Bogor. Untuk itu, kita perlu mematangkan bentuk kerjasamanya seperti apa. Dinas PUPR saat ini kan sedang membangun perencanaan terkait pelebaran jembatan Otista. Kita sampaikan juga hal itu kepada PT INKA agar perencanaannya bisa selaras,” ujar Eko.

Detail investasi dari PT INKA sendiri kata Eko, akan dibahas lebih lanjut setelah penandatangan MoU dilakukan bersama Pemkot Bogor dalam waktu dekat ini.

“Ini masih tahap awal, nanti kan investasinya akan dihitung setelah MoU ditandatangani. Investasi PT INKA berbentuk unit trem, rel dan pemantapan untuk jalurnya. Untuk operatornya masih dibahas, sejauh ini PT KAI juga mau jadi operator,” terangnya.

Eko menerangkan, setelah MoU dilakukan, proses pengkajian akan dilakukan bersama PUPR ke tahap teknis. PT INKA akan menurunkan beberapa tenaga ahli guna melakukan kajian jalur dan pembangunan jembatan untuk jalur trem.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *