SUMENEP, Kamis (27/8) suaraindonesia-news.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelar kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan wisata sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kerja bakti melibatkan Pemerintah Desa Lobuk, pengelola wisata, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Para peserta bersama-sama membersihkan kawasan wisata dan mengumpulkan sampah yang berada di sekitar lokasi.
Ketua JMSI Sumenep, Supanji, mengatakan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin mengajak berbagai pihak ikut bergerak agar Pantai Matahari tetap bersih, sehat dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, JMSI juga meminta dukungan DLH Sumenep berupa armada pengangkut sampah, sarana kebersihan, serta petugas pendamping. Dukungan tersebut dinilai penting agar sampah yang telah dikumpulkan dapat segera diangkut sehingga tidak kembali menumpuk di kawasan wisata.
Supanji berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Harapan kami, ini tidak berhenti pada satu aksi. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengapresiasi inisiatif JMSI dan Pemerintah Desa Lobuk dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.
Menurut Anwar, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi keberlangsungan lingkungan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
“Insya Allah kegiatan positif seperti bersih-bersih kawasan wisata akan kami dukung. Kami siap mengutus petugas dan menyediakan armada yang dibutuhkan,” tegasnya.
Kolaborasi antara JMSI, DLH Sumenep, pemerintah desa, pengelola wisata, dan Pokdarwis diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan di kawasan wisata Pantai Matahari secara berkelanjutan.
Kegiatan bersih-bersih tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (28/8/2026).












