BLORA, Kamis (27/8) suaraindonesia-news.com – Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam perkumpulan jurnalis di Kabupaten Blora menggelar aksi sosial bertajuk “Media Peduli” untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Agustus 2026, dengan sasaran bantuan berupa distribusi air bersih dan paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Koordinator bakti sosial, Pringgo, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian para jurnalis terhadap kondisi masyarakat Blora yang menghadapi musim kemarau panjang. Berdasarkan pendataan awal, terdapat puluhan desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kita saat ini usahakan 35 tangki air bersih. Tahap awal ini, kita usahakan distribusi secara merata dengan rata-rata dua tangki per desa,” ujar Pringgo, Kamis (27/8/2026).
Distribusi air bersih tersebut menyasar 13 desa di empat kecamatan.
Di Kecamatan Bogorejo, bantuan didistribusikan ke Desa Sarirejo, Gandu, dan Karang dengan alokasi sebanyak delapan tangki air bersih.
Sementara di Kecamatan Tunjungan, bantuan menyasar Desa Sukorejo, Kedungrejo, Sambongrejo, Tawangrejo, Gempolrejo, dan Kalangan dengan alokasi 14 tangki.
Selanjutnya, di Kecamatan Banjarejo, distribusi dilakukan ke Desa Sumberagung, Klopoduwur, dan Sendanggayam dengan alokasi 10 tangki. Sedangkan di wilayah Blora Kota, bantuan air bersih menyasar Desa Jepangrejo sebanyak tiga tangki.
Selain bantuan air bersih, kegiatan “Media Peduli” juga menyalurkan paket sembako kepada warga kurang mampu di sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Sebanyak 100 paket sembako disiapkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 30 paket untuk wilayah Kecamatan Tunjungan, 30 paket untuk Kecamatan Banjarejo, serta 40 paket untuk wilayah Blora Kota yang mencakup Desa Temurejo, Kelurahan Kunden, Kedungjenar, Mlangsen, dan Kauman.
Menurut Pringgo, pelaksanaan kegiatan sosial tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan yang turut berpartisipasi.
Pihaknya menyatakan koordinasi dan pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi masyarakat apabila musim kemarau masih berlangsung.
“Ke depan, bila kemarau masih berlangsung lama, aksi kedua akan dilakukan. Fokus kita nanti tetap ke bantuan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Blora di musim kemarau,” pungkasnya.
Aksi “Media Peduli” menjadi bentuk kepedulian insan media terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya keterlibatan berbagai pihak dalam merespons persoalan sosial yang muncul selama musim kemarau.
Para jurnalis yang terlibat berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga di wilayah yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.












