Warga Sumenep Dihebohkan Ledakan Keras yang Diduga Fenomena Hujan Meteor

oleh -189 views
Foto: Ilustrasi istockphoto.

SUMENEP, Kamis (27/06) suaraindonesia-news.com – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dihebohkan dengan suara ledakan keras yang terjadi pada Rabu (26/06/2024) malam. Ledakan yang menggetarkan kaca rumah dan memunculkan percikan cahaya ini menimbulkan kekhawatiran dan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Moh. Ainul, salah satu warga Desa Gadding, melaporkan bahwa ledakan terdengar sekitar pukul 22.40 WIB dan hanya terjadi satu kali.

“Ledakannya sangat dahsyat hingga membuat kaca rumah bergetar,” katanya.

Tidak hanya terdengar di Desa Gadding, suara ledakan tersebut juga terdengar jelas hingga ke Desa Rajun di Kecamatan Pasongsongan. Syafi, warga Desa Rajun, mengungkapkan bahwa ledakan keras tersebut sempat menghebohkan warga setempat.

Baca Juga: Kades dapat SK Perpanjangan, Ini Harapan Ketua Fraksi PDIP Sumenep

“Tadi malam tiba-tiba ada suara ledakan yang sangat keras, diikuti dengan percikan cahaya,” ujarnya.

Pihak kepolisian Sumenep masih melakukan penyelidikan terkait sumber ledakan ini.

“Saya cek dulu,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, informasi dari inthesky.org menyebutkan bahwa puncak aktivitas hujan meteor Bootids diperkirakan terjadi pada tanggal 27 Juni 2024, sekitar pukul 12:00 WIB. Tampilan terbaik hujan meteor ini dapat terlihat sebelum matahari terbenam pada tanggal 27 Juni dan setelah senja pada tanggal 27 Juni.

Dilansir dari spaceweather, hujan meteor June Bootids aktif setiap tahun, biasanya dengan curah hujan yang lemah, namun sesekali dapat menghasilkan ratusan meteor atau lebih per jam. Meteoroid Bootid bulan Juni, yang berasal dari komet periodik 7P/Pons-Winnecke, dapat menghantam atmosfer bumi dengan kecepatan 18 km/s (40.000 mph), dianggap sebagai meteor yang bergerak lambat.

Sebelumnya, kabar meteor jatuh di Depok pada 23 Juni 2024 juga ramai diperbincangkan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa ini merupakan fenomena yang sering terjadi dan mungkin merupakan jenis meteor sporadis.

Dengan adanya kejadian ini, warga Sumenep diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang untuk memastikan sumber suara ledakan tersebut.

Reporter: Ari
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan