Wakil Bupati Nias Hadiri Acara Penyampaian Akhir Data LP2B Kabupaten Nias, Berikut Arahnya

oleh
Tengah baju hitam Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu.

NIAS, Rabu (2/10/2019) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati Nias, Arosokhi Waruwu hadiri acara penyampaian akhir (Expose) data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Nias yang dilaksanakan di Wisma Soliga, Selasa (1/10).

Dalam bimbingannya, Wakil Bupati Nias menyampaikan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk memukhtairkan data-data lahan pertanian.

“Kesempatan ini merupakan momen untuk memukhtairkan data-data lahan pertanian kita terutama lahan sawah eksisting di lapangan yang tentunya telah disesuaikan dengan peta Administrasi Wilayah terkini yang diakui oleh Pemerintah Pusat. Lahan Pertanian Pangan merupakan bagian dari lahan fungsi Budidaya. Keberadaannya sangat penting dalam menyokong kedaulatan pangan baik untuk memenuhi kebutuhan Wilayahnya walaupun di Luar Negeri,” ucap Wakil Bupati.

Seiring pertumbuhan prenduduk yang dinamis pada saat ini kata dia, keberadaan lahan Pertanian terancam untuk kebutuhan lain seperti perumahan, fasilitas publik, produstri dan sebagainya. Alih fungsi lahan pertanian ke Non pertanian menjadi fenomena yang terjadi hampir di semua wilayah.

Peraturan Mentri Pertanian Nomor 50 tahun 2012 tentang pedoman pengembangan kawasan Pertanian, telah menetapkan Kabupaten Nias sebagai kawasan padi dengan luas baku sawah 7.11,53 Ha. Lahan sawah ini juga telah ditetapkan menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Nias berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Nias No. 1 tahun 2014 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Nias sendiri telah menerbitkan peraturan Daerah tahun 2014-2034. Pemerintah Kabupaten Nias sendiri telah menerbitkan peraturan Daerah Kab. Nias No. 5 tahun 2019 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Kegiatan penyiapan data lahan pangan pertanian pangan berkelanjutan dilaksanakan karena adanya perbedaan data luas baku lahan sawah Kabupaten Nias dari berbagai sumber. RTRW Kabupaten Nias menetapkan luas baku sawah Kabupaten Nias seluas 7.119 Ha, SP lahan dari badan pusat statistik seluas 7.558 Ha, ART/BPN 2018 seluas 2.858 Ha. Hasil verivikasi dari Gubernur Sumatra Utara seluas 7.119,53 Ha. Hal ini ntentunya terjadi karena perbedaan dalam pengambilan data lapangan.

Data luas lahan pangan pertanian berkelnjutan akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan yang diambil Pemerintah dalam menyampaikan sarana produksi bagi petani terutama pupuk bersubsidi, benih unggul, alat mesin pertanian, dan infranstruktur dasar pertanian lainnya seperti irigasi. Untuk itulah data LP2B ini sangat penting untuk segera disiapkan dan ditetapkan.

Diakhir penyampaiannya Wakil Bupati Nias berharap hasil berupa satu lahan data lahan pertanian pangan berkelanjutan Kabupaten Nias yang benar-benar valid.

“Kami mengharapkan hasil berupa satu lahan data lahan pertanian pangan berkelanjutan Kabupaten Nias yang benar-benar valid yang didasarkan atas identivikasi dan survei lapangan oleh Tim serta dilengkapi dengan data spesial berupa peta sebaran lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Nias. Sehingga data LP2B Kabupaten Nias dapat kita sampaikan ke Tim penyampaian data LP2B Provinsi yang nantinya akan diintegrasikan dengan data LP2B Nasional,” tuturnya.

Hadir pada acara tersebut Arosokhi Waruwu, SH., MH Wakil Bupati Nias, Zulifikar Imon, A, P.Tnh., S. H., MH Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nias, Sekretaris Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Nias, BPS Kabupaten Nias, BAPPEDA Kabupaten Nias, Humas Setda Kabupaten Nias, Penyuluh Pertanian Kabupaten Nias dan sejumlah hadirin instansi lainnya.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *