BALIKPAPAN, Selasa (28/4) suaraindonesia-news.com – Harapan masyarakat Balikpapan Timur untuk memiliki fasilitas kesehatan yang representatif kini berada di ambang pembuktian. Pembangunan Rumah Sakit (RS) di wilayah timur Kota Beriman kini menjadi sorotan utama jajaran DPRD Balikpapan.
Dua legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur angkat suara mengenai progres rencana pembangunan proyek yang sangat dinanti-nantikan tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan dari Fraksi Golkar, Gasali, menegaskan bahwa secara administratif dan penganggaran, proyek ini sebenarnya sudah on progress.
Ia pun menepis isu liar yang menyebutkan adanya penundaan proyek strategis ini.
“Alhamdulillah, untuk pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur secara pembahasan sudah ada anggarannya. Hingga saat ini, prosesnya sudah masuk pada tahap perencanaan pelelangan,” ujar Gasali dengan optimis.
Meski mengakui belum memonitor secara mendalam sejauh mana proses perencanaan lelang proyek tersebut, Gasali meyakini tim teknis terus bekerja.
Proyek ini dipastikan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) untuk menjamin keberlangsungan pembangunan. Untuk tahap awal di tahun 2026, anggaran sebesar Rp56 miliar telah disiapkan untuk memulai konstruksi fisik.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi resmi dari tim teknis mengenai penundaan. Saya yakin masih on progress. Kalaupun nanti ada kendala, kita akan bedah bersama apa masalahnya, tapi hingga detik ini semua masih berjalan sesuai rencana,” tegas politisi Golkar Dapil Balikpapan Timur tersebut.
Di sisi lain, nada lebih mendesak datang dari Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan asal Fraksi PKB, Sofyan Jufri.
Mewakili konstituennya di Balikpapan Timur, Sofyan menekankan bahwa kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar rencana pembangunan fisik, melainkan kebutuhan mendesak bagi ribuan warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan.
“Masyarakat sudah menunggu dari tahun ke tahun. Rencana pemerintah ini adalah angin segar, tapi jangan sampai hanya menjadi janji manis yang terus berulang. Pertumbuhan penduduk di Balikpapan Timur sangat signifikan, jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah kota untuk menunda-nunda,” cetus Sofyan Jufri.
Ia menjelaskan bahwa total anggaran untuk proyek multiyears ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar, dengan alokasi awal sebesar Rp56 miliar.
“Sekarang masyarakat menunggu buktinya. Apa lagi yang ditunggu? Anggaran sudah dibahas, perencanaan tahap awal sudah ada. Kami sangat berharap pertengahan tahun 2026 ini tahap pertama benar-benar dimulai. Masyarakat sudah capek dijanjikan terus-menerus. Tahun ini harus menjadi titik balik realisasi fasilitas kesehatan di timur,” tambahnya.
Menurutnya, sebagai wilayah dengan tingkat pertumbuhan pemukiman yang pesat, Balikpapan Timur membutuhkan sentralisasi layanan kesehatan.
Selama ini, warga harus bergantung pada puskesmas lokal atau menempuh perjalanan cukup jauh menuju pusat kota untuk mencapai rumah sakit umum.
“Kehadiran RS Balikpapan Timur diharapkan tidak hanya memecah kepadatan pasien di RSUD Beriman atau RS Kanujoso Djatiwibowo, tetapi juga menjadi garda terdepan pelayanan medis bagi warga di wilayah pinggiran kota,” pungkasnya.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera mengeksekusi proses lelang dan memastikan alat berat segera bekerja di lokasi proyek.












