Tragis, Ibu di Sampang Terpaksa Ajak Tiga Anaknya Mengemis Karena Kemiskinan

oleh -102 views
FOTO : Ibu Ifa, bersama tiga orang anaknya yang masih kecil, karena kemiskinan terpaksa mengemis disepanjang jalan raya kota Sampang, pada malam hari. (FT/Nor/SI)

SAMPANG, Sabtu (22/6) suaraindonesia-news.com – Karena faktor kemiskinan seorang ibu bernama Ifa, mengajak 3 orang anaknya yang masih kecil mengemis harapkan belas kasihan masyarakat, di sepanjang jalan raya kota Sampang, Madura, Jawa Timur.

Tiga anaknya yang masih kecil itu, Matus (6) duduk dibangku TK, Agus (4) dan Amira (3). Biasanya, mereka duduk dipinggir jembatan Sampang Jl KH Wahid Hasyim. Setelah itu, mereka pindah dan duduk di depan Toko Arjuna Texil di Jl KH Wahid Hasyim dan terakhir duduk di pinggir jalan samping Indomart Fresh Alun Alun Trunojoyo Sampang.

“Saya keluar rumah mencari rejeki dipinggir jalan bersama anak–anak pukul 18.45 WIB sampai pukul 21.00 WIB malam. Anak anak terpaksa saya bawa karena masih kecil untuk ditinggal dirumah,” jelas ibu Ifa.

Ditanya suaminya, Ibu Ifa mengatakan masih hidup dan bekerja jadi pemulung sampah disiang hari. Dikatakan, pendapatan memulung sampah tidak seberapa dan tidak menentu. Tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari dengan 3 orang anak.

Baca Juga: Dari Januari-Juni 2024, Satlantas Polres Sampang Menindak 278 Knalpot Brong

“Jadi saya membantu suami dengan mencari rejeki di malam hari bersama 3 orang anak yang masih kecil, dengan duduk dipinggir jalan disepanjang jalan kota Sampang,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang, Umi Hanik Laila, melalui Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda, Reza Bayu Julianto mengatakan, sesuai data BPS Sampang, angka penduduk miskin Sampang, kembali naik.

Bahkan, sempat berada dipuncak kemiskinan ekstrim Tahun 2021 dengan angka 237,230 jiwa atau 23,76 persen. Pada Tahun 2022 terjadi penurunan sebesar 217,970 jiwa atau 21,61 persen. Tapi Tahun 2023, angka penduduk miskin Sampang kembali naik jadi 221,710 jiwa atau 21,76 persen.

Inilah data penduduk miskin Sampang dari Tahun 2018–2023, Tahun 2018 sebesar 204,820 jiwa atau 21,21 persen, Tahun 2019 terjadi penurunan menjadi 178,240 jiwa atau 20,71 persen, Tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 202,210 jiwa atau 22,78 persen.

Selanjutnya, pada Tahun 2021 kembali naik yang cukup ekstrem sebesar 237,230 jiwa atau 23,76 persen, Tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 217,979 jiwa atau 21,61 persen dan Tahun 2023 kembali naik jadi 221,710 jiwa atau 21,76 persen.

“Jadi dari tahun 2018–2023, sebagian besar Kabupaten/ Kota di Jatim, mengalami kenaikan penurunan angka kemiskinan yang fluktuatif. Bahkan, cenderung meningkat. Hal ini, dikarenakan pada Tahun 2020–2023, Indonesia di terpa pandemic Covid 19 dan pemulihan pandemi Covid 19,” terangnya.

Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan