BOGOR, Selasa (28/07) suaraindonesia-news.com – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyatakan kesiapan mendukung Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penanganan dampak musim kemarau, menyusul penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor 300.2/11/KEP-TD/BPBD Tahun 2026.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana kekeringan di sejumlah wilayah, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya membuka akses delapan instalasi pengolahan air sebagai stasiun pengisian mobil tangki air bersih, menyediakan 12 armada mobil tangki untuk pendistribusian air, serta mengoptimalkan operasional Water Treatment Plant (WTP) Mobile di daerah rawan kekeringan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengatakan pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan air bersih bagi pelanggan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama,” ujar Abdul Somad.
Selain memastikan ketersediaan pasokan air bersih, Abdul Somad juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Ia mengajak warga memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air, serta menjaga kelestarian sumber daya air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai yang dapat mengganggu proses produksi air bersih di instalasi pengolahan.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih, permohonan bantuan dapat diajukan melalui pemerintah desa setempat untuk diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengoordinasikan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial (Dinsos), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berharap sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dapat memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau, sehingga dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bogor dapat diminimalkan.












