JAKARTA, Selasa (28/7) suaraindonesia-news.com – PT Pegadaian (Persero) kembali memperkokoh posisinya sebagai salah satu pilar keuangan nasional yang tangguh. Melalui strategi bisnis yang adaptif serta ekspansi agresif di ekosistem emas, Pegadaian berhasil membukukan kinerja keuangan yang gemilang sepanjang semester pertama tahun 2026.
Hingga 30 Juni 2026, Pegadaian sukses mencetak laba bersih sebesar Rp6,59 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 84,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,58 triliun.
Akselerasi performa positif ini juga tecermin dari lonjakan total aset perusahaan. Saat ini, realisasi aset Pegadaian telah menembus Rp186,33 triliun, atau meningkat sebesar 53,9% dari capaian tahun lalu yang berada di angka Rp121,1 triliun.
Pertumbuhan aset yang masif ini ditopang kuat oleh sektor pembiayaan. Nilai Outstanding Loan (OSL) gross perusahaan melesat hingga Rp155,1 triliun, naik 52,7% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya senilai Rp101,5 triliun.
Hebatnya, pertumbuhan ekspansif ini tetap dibarengi dengan prinsip kehati-hatian (prudent). Kualitas pembiayaan Pegadaian justru semakin sehat, ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan, dari 0,81% per Juni 2025 menjadi hanya 0,71% per 30 Juni 2026.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menyatakan rasa syukur mendalam atas pencapaian impresif ini di tengah situasi global yang dinamis.
“Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaannya. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan kontribusi nyata demi MengEMASkan Indonesia,” ujar Damar, dalam keterangan resminya, Selasa, (28/7).
Damar menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi demi menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penguatan infrastruktur dan peluncuran produk mutakhir.
“Kehadiran Layanan Bank Emas (Bullion Services) serta aplikasi Tring! kami harap dapat mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian,” tambah Damar.
Sebagai pionir, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Layanan Bank Emas terlengkap di tanah air, yang mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur paling mumpuni di Indonesia untuk mengoperasikan sistem Bullion Services ini. Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berbentuk emas.
Selain itu, perusahaan didukung oleh jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik.
“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati. Terintegrasi dengan aplikasi Tring!, kami optimistis layanan ini memberikan kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Bersama Danantara, kami siap mewujudkan misi jangka panjang MengEMASkan Indonesia,” tegas Damar.
Sentimen positif dari pusat ini turut membakar semangat jajaran Pegadaian di tingkat regional. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyatakan bahwa capaian nasional ini menjadi motivasi besar bagi seluruh Insan Pegadaian di wilayah Kalimantan.
“Kinerja gemilang ini adalah bukti nyata keberhasilan transformasi perusahaan dan penguatan ekosistem emas. Di Kanwil IV Balikpapan, kami berkomitmen penuh mendukung pencapaian tersebut lewat peningkatan kualitas layanan, perluasan inklusi keuangan, serta penguatan literasi investasi emas,” kata Rinaldi.
Menurut Rinaldi, kombinasi antara sistem Bank Emas dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! membuat posisi Pegadaian kian kokoh sebagai mitra investasi terpercaya masyarakat.
“Kami optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi jangka panjang seperti emas. Bersama Danantara, Kanwil IV Balikpapan siap menyajikan pelayanan profesional dan inovatif yang berorientasi pada kebutuhan nasabah,” pungkasnya.












