Sudah Dihimbau Polda Sumut Agar Dihentikan, Galian C Ilegal Milik PT Adiguna Makmur Tetap Beroperasi

oleh -188 views
Aktifitas galian C ilegal milik PT Adiguna Makmur masih beroperasi, hal itu terlihat 10 unit dumtruck milik perusahaan tersebut masih keluar masuk membawa pecahan batu koral yang tidak memiliki izin penambangan tersebut.

DELI SERDANG, Kamis (09/07/2020) suaraindonesia-news.com – Meski Unit IV Subdit IV / Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut sudah turun kelokasi penambangan batu koral dan penggilingan batu pecah tanpa izin yang dikelola PT Adiguna Makmur (AM) serta dugaan penebangan kayu di Desa Gunung Manumpak – B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang namun aktivitasnya tetap berlanjut.

Informasi diperoleh, Kamis (9/7/2020), 10 dump truk bermuatan batu pecah keluar dari lokasi yang dikelola PT AM pada Rabu (08/07) malam. Padahal, Rinto Lumban Tobing, Staf Bagian Umum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara yang dikonfirmasi sejumlah wartawan beberapa waktu lalu memastikan jika tidak ada satu izinpun diberikan untuk kegiatan penambangan di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang.

Bahkan Kepala Unit IV Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol M Oktavianus Sitinjak SE sudah melayangkan panggilan dan menghimbau agar PT AM menghentikan kegiatannya. Namun himbauan itu tak berarti apa-apa dan panggilan dari Polda Sumut itupun terkesan tak digubris. Karena hingga saat ini PT AM masih melakukan kegiatan penambangan batu koral dan penggilingan batu pecah.

Kegiatan PT AM yang melakukan penambangan Batu koral dan penggilingan Batu pecah dan dugaan penebangan kayu disekitar Sungai Lau Buaya dan Sungai Lau Singkam itu mengundang protes warga setempat. Salah seorang warga berinisial SS (42) menyatakan jika mereka (PT AM) bisa melakukan penambangan tanpa izin, maka ia juga bisa menggali batu koral yang ada dilokasi lahan miliknya sendiri tapi dengan catatan jangan ditangkap atau dihentikan.

“Kenapa mereka bisa, kami warga setempat tidak bisa? Sampai dua turunan pun batu koral yang ada dilahan kami itu tidak bakal habis meski setiap hari digali atau dilakukan penambangan. Kayu disekitar Sungai Lau Singkam pun sudah habis ditebang dan diangkut keluar lokasi tapi tidak pernah ditangkap,” ujarnya.

Terkait kedatangan aparat kepolisian kelokasi, Kepala Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu, Jonmedi Saragih ketika dikonfirmasi via telefon selularnya beberapa waktu lalu menyebutkan jika ia sudah bertemu dengan petugas dari Polda Sumut.

“Kok heboh kali beritanya? Saya ditanya petugas Polda Sumut apakah ada merambah hutan? Saya jawab tidak ada merambah hutan,” sebut Jonmedi Saragih.

Jonmedi Saragih pun siap memberikan keterangan jika dipanggil oleh Pihak Polda Sumut. Ia menyangkal jika diwilayah Desanya ada perambahan kayu karena setahunya ada warga yang berladang.

“Setahu saya hanya berladang,” sebutnya.

Namun saat disinggung soal kayu yang diangkut keluar dengan menggunakan truk, Jonmedi Saragih menjawab tidak tahu pasti.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *