NUSANTARA, Senin (17/8) suaraindonesia-news.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sukses menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nusantara, Kalimantan Timur.
Prosesi sakral yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA tersebut berlangsung khidmat dan sarat akan pesan persatuan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, jalannya pengibaran bendera dipimpin oleh Kombes Pol. Hendrik Hermawan yang menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim sebagai Komandan Upacara, didampingi Brigjen Pol. Fransiscus Barung Mangera selaku Perwira Upacara.
Momen paling dinantikan, yaitu pengibaran Sang Saka Merah Putih, dituntaskan dengan sempurna oleh tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Otorita IKN yang merupakan putra-putri terbaik Kalimantan Timur.
Formasi pengibar bendera pagi diisi oleh Nur Raffi Mauludy dari SMA 1 Tenggarong, Faiz Haziq Akbar dari MAN 2 Kukar, dan Adji Taufik Rahman dari SMA 1 Kenohan. Dengan iringan Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Kaltim, lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema mengiringi naiknya bendera di langit Nusantara.
Usai upacara, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan kembali visi besar pembangunan Ibu Kota Nusantara yang tidak boleh meninggalkan satu pun elemen masyarakat.
“Pembangunan Nusantara berlandaskan pada prinsip inklusivitas. Seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas, semua harus masuk dalam konsep pembangunan ini dan sebisanya kami tangani secara inklusif,” ujar Basuki.
Rasa bangga juga terpancar dari para pemuda daerah yang terlibat langsung dalam momen bersejarah ini. Nur Raffi Mauludy, anggota Paskibra asal SMA 1 Tenggarong, mengungkapkan bahwa kesempatan ini menjadi pemantik semangat generasi muda Kalimantan Timur.
“Menjadi bagian dari sejarah pengibaran Merah Putih di Nusantara adalah suatu kehormatan luar biasa. Ini membakar semangat kami untuk terus berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” tuturnya.
Di balik kekhidmatan perayaan kemerdekaan, Otorita IKN juga menunjukkan empati dan solidaritas nasional yang kuat. Basuki menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
“Di tengah suasana kemerdekaan ini, hati kami bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang tengah dirundung duka. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga warga terdampak diberi ketabahan dan dapat segera pulih. Semangat kebersamaan yang kita rayakan hari ini adalah semangat yang sama untuk saling menguatkan,” ungkap Basuki.
Upacara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang mengambil peran dalam pembacaan teks kenegaraan. Anggota DPD RI Dapil Kaltim, H. Andi Sofyan Hasdam, membacakan Teks Proklamasi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memimpin pembacaan Naskah Pancasila, dan Staf Khusus Keselamatan Publik Otorita IKN, Brigjen Pol. Edgar Diponegoro, membacakan Pembukaan UUD 1945. Doa bersama kemudian dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara, K.H. Abdul Hanan.
Suasana khidmat berubah menjadi semarak pasca-upacara melalui pergelaran Kesenian Rakyat ‘Dalam Kebersamaan Kemerdekaan’ dan atraksi Budaya Nusantara.
Tamu undangan disuguhi penampilan memukau mulai dari Tari Etnis, peragaan Kolone Senapan Brimob Polda Kaltim, Paduan Suara Otorita IKN, hingga aksi interaktif kolaborasi angklung Svara Mandiri yang mengajak seluruh peserta upacara bermain musik bersama.












