exodus
Berita UtamaKesehatanNewsPendidikanPeristiwa

Ratusan Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Alami Gangguan Kesehatan, Satgas MBG Usulkan Penutupan SPPG Sukorejo 2

×

Ratusan Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Alami Gangguan Kesehatan, Satgas MBG Usulkan Penutupan SPPG Sukorejo 2

Sebarkan artikel ini
IMG 20260908 205444
FOTO: Tampak siswa SMA 1 Tunjungan sedang di periksa oleh tim dari Dinkes di Aula sekolah.

BLORA, Selasa (08/09) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 133 siswa dan dua guru SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut, mual, dan diare. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora, Sri Setyorini yang akrab disapa Bude Rini, mengusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup secara permanen menyusul kejadian tersebut.

Insiden mulai diketahui setelah sejumlah siswa merasakan keluhan kesehatan ketika tiba di rumah sepulang sekolah pada Senin (07/09/2026). Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan menolak distribusi menu MBG pada hari berikutnya.

Saat melakukan peninjauan langsung ke SMAN 1 Tunjungan, Selasa (08/09/2026), Bude Rini menyampaikan bahwa terdapat 133 siswa dan dua guru yang melaporkan keluhan serupa.

“Yang dirujuk ada enam siswa. Tiga sudah pulang, tiga masih di fasilitas kesehatan, dan tiga lainnya dirawat di rumah,” ujar Bude Rini di lokasi.

Bude Rini menduga gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru tersebut berkaitan dengan menu MBG yang didistribusikan SPPG Sukorejo 2 di bawah naungan Yayasan Tirta Mirah Asih.

“(Sumbernya dari MBG?) Yo iya no, lah pie (Pasti itu, mau gimana). Kemarin makan, kemudian pulang di rumah, sampai di rumah de’e (siswa) merasa mual-mual. Tapi kan taunya satu orang, karena berada di rumah. Setelah masuk sekolah tadi, dia baru merasakan sebanyak ini tadi,” terangnya.

Selain keluhan kesehatan yang dilaporkan di SMAN 1 Tunjungan, Bude Rini menyebut terdapat temuan lain yang menjadi perhatian dalam peninjauan lapangan, termasuk indikasi kebersihan yang dinilai kurang baik serta laporan mengenai lauk yang disebut tidak layak pada pengiriman di titik sasaran lainnya.

“Menunya tempe goreng, brokoli, dan ayam. Tapi dari laporan ada belatungnya lagi, di [Pondok Pesantren] Al-Banjari juga ada belatungnya. Dari kebersihannya saya nilai kurang baik,” bebernya.

Bude Rini menilai kejadian di SMAN 1 Tunjungan menjadi kasus yang kembali melibatkan SPPG Sukorejo 2. Menurutnya, Satgas MBG sebelumnya telah melayangkan dua kali surat peringatan kepada pihak terkait.

Meski kewenangan pencabutan izin SPPG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN), Bude Rini mengatakan pihak Satgas MBG Kabupaten Blora tetap mengusulkan agar operasional SPPG Sukorejo 2 dihentikan secara permanen.

“Kami mau tidak mau mengusulkan tutup. Kalau masalah tutup permanen itu dari pusat, saya dari satgas sini minta tutup! Karena sudah tiga kali,” tegasnya.

Selain mengusulkan penghentian operasional, Bude Rini juga menginstruksikan pihak pengelola untuk segera mengembalikan dana yang telah diterima dari BGN kepada pihak berwenang dan kepala sekolah, menyusul pembatalan distribusi menu MBG setelah kejadian tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebabnya.

Tinggalkan Balasan