Polres Kepulauan Anambas Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Uang 15 Juta

oleh -107 views
Foto: Kapolres Kepulauan Anmbas AKBP Syafrudin Semidang Sakti, saat menggelar Konferensi Pers kasus tindak pidana asusila anak di bawah umur.

ANAMBAS, Kamis (04/08/2022) suaraindonesia-news.com – Polres Kepulauan Anambas menggelar konferensi pers kasus pencabulan anak di bawah umur.

Tindak pidana perbuatan asusila alias pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut terjadi pada Minggu, 17 Juli 2022 lalu.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Syafrudin Semidang Sakti menjelaskan, kejadian ini bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Di mana salah satu orang tua korban mendengar percakapan antara tersangka dengan seorang anak laki-laki di sebuah rumah.

Dalam pembicaraan itu, tersangka mengajak korban (sebut saja Bunga) untuk perbuatan asusila di rumahnya.

Motif awal, tersangka mengajak korban untuk pergi ke kebun. Di sana korban memanen petai dan diberi upah oleh pelaku.

“Pelaku ini tidak hanya mencabuli korban saja, namun ke beberapa anak lainnya juga,” kata Kapolres Syafrudin mengungkapkan.

“Korban juga diming-imingi uang 15 juta untuk mau dicabuli,” kata Kapolres Syafrudin lebih lanjut.

Mendengar hal itu, orang tua korban langsung berteriak dan menyuruh tersangka untuk pergi meninggalkan anak tersebut.

Selanjutnya dia melaporkan ke Ketua RT setempat untuk segera diamankan. Dalam klarifikasinya, tersangka mengakui bahwa benar ada telah melakukan pencabulan terhadap beberapa orang anak dibawah umur.

“Sejumlah anak tersebut masih asli warga desa Dusun Teluk,” terangnya.

Dari kasus pencabulan anak di bawah umur ini, polisi mengamankan tersangka inisial SF alias SAP (43). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti milik tersangka.

Diantaranya 5 celana, 3 baju, 3 botol minuman mineral, satu kasur serta 9 dokumen akte kelahiran para korban.

Atas perbuatannya itu, kini SF diancam dengan pasal 82 ayat (1) UU RI, Tentang Perlindungan Anak terkait perbuatan tindakan Asusila (Pencabulan).

“Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Serta denda paling banyak 5 miliar,” paparnya.

Reporter : Anwar
Editor : M Hendra E
Publisher : Romla

Tinggalkan Balasan