Kornas TRC PPA Minta Panglima TNI Memecat Dua Oknum Penganiaya Anak SD di NTT

oleh -207 views
Kornas TRC PPA, Jenny Claudya Lumowa/Bunda Naumi. (Foto: Dok. Redaksi)

SURABAYA, Selasa (24/8/2021) suaraindonesia-news.com – Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Jenny Claudya Lumowa, meminta Panglima TNI agar segera mengusut kasus dua oknum TNI di Nusa Tenggara Timur yang diduga menganiaya anak Sekolah Dasar (SD) karena diduga mencuri handphone.

Wanita yang akrab disapa Bunda Naumi ini mengatakan, jika pihaknya akan selalu konsisten dan komitmen untuk membela hak – hak perempuan dan anak.

“Saya tidak pernah main – main dan tidak pandang bulu dalam membela hak perempuan dan anak,” tegas Bunda Naumi, melalui WhatsApp nya. Selasa (24/8/2021).

Ia mengaku kaget saat membaca berita disalah satu media online yang memberitakan ‘2 oknum TNI yang menganiaya bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Mengetahui hal tersebut, sontak saja ia mengaku geram dan dengan lantang ia meminta agar Panglima TNI mencopot dan menghukum dua oknum tersebut

”Saya ketua Koordinator Tim Reaksi Perlindungan Perempuan dan Anak mengecam dua oknum TNI di NTT yang diduga telah melakukan kekerasan fisik pada anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar karena diduga mengambil telepon genggam,” kata Bunda Naumi.

Menurut aktivis kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini, semua sama dihadapan hukum, salah proses dan hukum.

“Saya sangat menyesalkan sekali jika perbuatan diduga dua oknum tersebut memang benar adanya. Harusnya sebagai pengayom jangan ambil tindakan seperti itu apalagi pada anak dibawah umur,” tutur Bunda Naumi.

Padahal kata Bunda Naumi, belum lama Presiden memberikan perintah dengan tegas bahwa Polri tidak boleh memborgol, buka baju hingga gunduli anak – anak.

“Tapi ini oknum anggota TNI kok malah melakukan kekerasan,” keluh Bunda Naumi.

“Anak adalah aset dan penerus bangsa. Jika tidak kita semua yang melindungi dan peduli pada anak, lalu siapa lagi,” tutup wanita berparas cantik yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak ini.

Reporter : Hls
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *