exodus
Berita

Jelang HPN 2026, Presiden Prabowo Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp

×

Jelang HPN 2026, Presiden Prabowo Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp

Sebarkan artikel ini
IMG 20260826 173648
Foto: Launching dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt Peak (GWp) secara daring, dari Halaman Gardu Induk (GI) Sumenep, Desa Batuan, Kec. Batuan, Kab. Sumenep. Selasa (26/8/2026) siang.

SUMENEP, Rabu (26/08) suaraindonesia-news.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melakukan launching dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt Peak (GWp), Selasa (26/8/2026) siang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dari Halaman Gardu Induk (GI) Sumenep, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Sementara itu, titik pusat kegiatan nasional berlangsung di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

PLN UP3 Madura bersama jajaran PLN Group menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mengamankan pasokan listrik yang berkaitan dengan pengembangan proyek tersebut.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu dihadiri Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Imam Asrori, bersama Manager PLN UP3 Madura dan jajaran Assistant Manager.

Madura sendiri diproyeksikan menjadi salah satu wilayah prioritas pembangunan fasilitas PLTS dalam program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) tersebut.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa target pembangunan PLTS sebesar 100 GWp merupakan sebuah lompatan besar. Angka tersebut, menurut Presiden, bahkan melampaui total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional yang saat ini disebut mencapai sekitar 88 GW.

“Seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Itu sudah mencakup batu bara, minyak, gas, hingga panas bumi. Dan kita akan membangun 100 gigawatt!” tegas Presiden.

Pemerintah menargetkan program tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun secara bertahap. Pada tahap pertama, target pembangunan mencapai 17 GWp, dengan 14 proyek PLTS berkapasitas 5.216 MWp yang disebut siap untuk dieksekusi.

Skema pembangunan PLTS tersebut beragam, mulai dari ground-mounted, PLTS atap, hingga PLTS terapung.

Momentum peluncuran dan groundbreaking yang berlangsung menjelang HPN 2026 juga disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pers dalam mengawal keterbukaan informasi publik.

Di sisi lain, PLN UP3 Madura menyatakan kesiapan infrastruktur di GI Sumenep untuk mendukung penyerapan dan penyaluran daya energi baru terbarukan kepada masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah, PLN, dan insan pers menjadi kunci agar energi bersih ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Madura,” ujar Manager PLN UP3 Madura.

Program pengembangan PLTS 100 GWp tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan serta memperkuat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih.