Hari Ketiga Pembahasan LKPJ, Dewan Pertanyakan Realisasi APBK 2016

Foto: Pembahasan LKPJ dua tim alot diaula rapat Paripurna DPRK setempat. Foto: Nazli/SI

ABDYA ACEH, Senin (31 Juli 2017) Suaraindonesia-news.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2016 di ruang rapat Paripurna DPRK setempat.

Pantauan media ini, Senin (31/07) dalam kegiatan pembahasan hari ketiga yang langsung dipimpin ketua DPRK Abdya, Zaman Akli bersama unsur pimpinan dan dihadiri sejumlah anggota dewan serta dari pihak pemerintah diwakili Sekda Thamrin dan sejumlah kepala SKPK dijajaran Pemkab Abdya.

Pada kesempatan itu, ketua serta sejumlah anggota dewan mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran tahun anggaran 2016 yang diserahkan oleh pihak TAPK Abdya.

Para kepala SKPK satu persatu menjelaskan realisasi anggaran dalam program yang telah dijalankan. Baca Juga: Cuaca Panas, Lima Hektare Lahan Gambut di Abdya Terbakar

Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli disela-sela pembahasan kepada wartawan suaraindonesia-news.com. mengharapkan, saat dilakukan pembahasan dua tim antara legislatif dan esekusif itu semua SKPK hadir untuk pembahasan secara rill.

“Kita harapakan semua SKPK hadir, sehingga tidak ada pembahasan yang asal-asalan,” tegasnya.

Zaman Akli juga menyebutkan, pembahasan itu akan memakan waktu yang cukup banyak, untuk itu dirinya berharap kepada semua pihak untuk bersabar dan serius membahasan laporan tersebut.

“Jika tidak cukup waktu, maka akan kita lanjutkan sampai malam,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Zaman Akli menyebutkan, untuk hari ketiga ini, pihaknya memanggil Dinas Pertanian dan Pangan dan Dinas Keluatan dan Perikanan Abdya.

“Kepada dinas ini kita pertanyakan berbagai program, termasuk program benih padi dan luas lahan sawah di Distanpan Abdya yang sangat berbeda dengan data yang kita terima,” terangnya.

Lanjut Zaman Akli, di DKP Abdya pihaknya juga mempertanyakan terkait pengadaan alat tangkap kepada nelayan disebabkan dari datanya didapatkan saat ini di DKP Abdya terlalu banyak sosialisasi sedangkan alat-alat tangkap minim bantuan. Pungkasnya (Nazli Md).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here