Geram, Puluhan Wali Siswa SDN Pangarangan 1 Luruk Kantor Disdik Sumenep

oleh -207 views
Puluhan wali siswa SDN Pangarangan 1, Kecamatan Kota, ngeluruk Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (31/07). Foto: Fajar/SI

SUMENEP, Senin (31 Juli 2017) Suaraindonesia-news.com – Lantaran tidak terima atas keputusan pihak sekolah, puluhan wali siswa SDN Pangarangan 1, Kecamatan Kota, ngeluruk Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (31/07).

Kedatang mereka ke kantor Disdik setempat tiada lain untuk menyampaikan protes atas keputusan pihak sekolah yang dianggap seenaknya mempermainkan dan melanggar sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru (PBDB) tahun 2017.

“Kami merasa dipermainkan oleh pihak sekolah maupun Dinas terkait, karna nantinya siswa yang akan dikorbankan dalam tarik ulur masalah tersebut,” kata Jony Tunaidi salah satu wali siswa.

Ia menambahkan, apapun regulasinya pihaknya mengaku tidak tahu itu, yang pasti kami hanya ingin memberikan pendidikan terbaik buat anak-anak. Baca Juga: Sosialisasi Bantuan Keuangan Desa, Ini harapan Kadis PU Bina Marga Sumenep

“Kalau sekolah dianggap melanggar aturan jangan dibebenkan kepada kita,” ujarnya geram.

Ditegaskan Jony, jika pelanggaran yang menjadi polemik di sekolah tersebut bersumber dari kepala sekolah, maka jelas itu bukan kesalahan wali siswa.

“Kalau kepala sekolahnya yang salah, tolong dicopot itu, biar ada efek jera bagi lembaga yang lain,” tandasnya.

Ditambahkan, jangan terlalu mudah mengorbankan siswa dengan mengeleminasi setelah proses belajar mengajar berjalan. Ini persoalan psikologi, karena anak SD itu masih labil.

“Bahasanya lagi dalam surat, Tolong di distribusikan, difikir siswa itu barang, iya kalau buku gampang di distribusikan, sembarangan saja,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Dikdas Disdik Sumenep, Fajarisman berjanji akan menampung apapun yang menjadi keluhan wali murid.

“Ya wali murid itu kan wajar berharap begitu, soal nanti ada pemetakan kan urusan lain,” katanya.

Sementara ditanya soal langkah yang akan diambil terkait dugaan pelanggaran zonasi yang dilakukan SDN Pangarangan 1, ia terkesan berhati-hati dan lebih irit bicara.

“Kita tetap berpegang teguh pada prosedur, dan pasti melalukan yang terbaik,” tukasnya.

Di tempat berbeda, Kepala Disdik Sumenep, A Sadik enggan menemui para wali murid, bahkan terkesan lari dari kejaran orang tua siswa dan awak media yang sudah menunggu lama di depan kantor Disdik setempat.

“Ke pak Fajar (Fajarisman, Kabid Dikdas.red) saja ya, saya masih ada rapat dengan bapak Kapolres,” ujarnya singkat. (Jar)

Tinggalkan Balasan