BLORA, Rabu (2/9) suaraindonesia-news.com – Pengerjaan jaringan fiber optik di sepanjang ruas jalan nasional Blora-Cepu menjadi perhatian dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Blora, Rabu (2/9/2026).
Perhatian tersebut menyusul laporan adanya dua warga yang mengalami kecelakaan di lokasi berbeda yang terdapat galian jaringan fiber optik. Salah seorang warga dilaporkan mengalami patah tulang.
Rapat Forum LLAJ yang membahas aktivitas penggalian jaringan tersebut berlangsung di Aula Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora.
Manager Operasional Jateng-DIY PT Mora Republik, Solihun, mengatakan pihaknya baru mengetahui laporan mengenai warga yang mengalami kecelakaan setelah persoalan tersebut dibahas dalam forum.
“Kita menanggapi warga sekitar yang menjadi korban laka adanya galian optik dari PT Mora Republik yang ada di sepanjang Blora-Cepu. Kita akan menanggapi hal tersebut dan akan menyowani warga yang menjadi korban tersebut, karena katanya sampai patah tulang,” ujar Solihun kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Menurut Solihun, dua kecelakaan tersebut terjadi di lokasi yang berbeda. Salah satunya berada di sekitar depan Terminal Blora, sedangkan lokasi lainnya berada di depan Koramil setempat.
Adapun panjang jaringan fiber optik yang dikerjakan mencapai sekitar 12,3 kilometer.
Laporan mengenai kecelakaan tersebut, kata Solihun, menjadi bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan. PT Mora Republik juga akan melakukan pengecekan terhadap vendor yang terlibat dalam pengerjaan di lapangan.
“Hal ini menjadikan masukan kami untuk mengecek vendor lainnya yang bekerja sama dengan kita,” katanya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai mekanisme koordinasi sebelum pelaksanaan pekerjaan. Solihun mengakui pihak perusahaan belum mengetahui secara mendalam bahwa koordinasi melalui Forum LLAJ perlu dilakukan sebelum pekerjaan diimplementasikan.
Ia mengatakan, sebelumnya perusahaan lebih berfokus pada pemenuhan perizinan teknis yang telah diurus.
“Kami juga belum tahu dari awalnya ternyata harus ada forum dulu baru implementasi, sedangkan dari sisi kami kita sudah izin ke BPJN, setahu begitu,” jelasnya.
Solihun menyampaikan, PT Mora Republik telah mengurus sejumlah perizinan melalui berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, provinsi hingga nasional. Perusahaan juga memperhitungkan retribusi yang dinilai berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menegaskan, pembiayaan pembangunan jaringan fiber optik tersebut berasal dari pihak perusahaan dan tidak menggunakan APBD Kabupaten Blora maupun anggaran pemerintah lainnya.
Mengenai pemulihan kondisi jalan setelah pekerjaan selesai, Solihun mengatakan perusahaan telah membuat kesepakatan dengan vendor untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula.
Sementara terkait adanya permintaan kompensasi kepada warga di sepanjang jalur galian, ia menyebut hal tersebut masih menjadi persoalan yang perlu dipertimbangkan, mengingat lokasi pekerjaan berada di atas tanah jalan nasional.
Pembangunan jaringan fiber optik tersebut ditujukan untuk mendukung pemerataan akses digital serta menunjang layanan internet dan WiFi bagi masyarakat.
Namun, laporan kecelakaan di sekitar lokasi pekerjaan menjadi perhatian terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan, pengamanan area galian, koordinasi antarpihak, serta pemulihan kondisi jalan setelah pekerjaan selesai.
Pihak terkait diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memperhatikan aspek keselamatan masyarakat pengguna jalan maupun warga di sekitar lokasi proyek.












