Bupati Sumenep: RKPD 2020 Wajib Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Berbasis Potensi dan Produk Unggulan

SUMENEP, Senin (25/3/2019) suaraindonesia-news.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan penyusunan Rangcangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) 2020, bertempat di Pendopo Agung, Keraton Sumenep. Senin (25/3/2019).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim, dihadiri oleh Bapeda Jawa Timur, Wakil Bupati Ahmad Fauzi, ketua komisi II DPRD Sumenep, Camat dan para Kepala Desa se-kabupaten Sumenep, dalam musyawarah tersebut.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam sambutannya menyampaikan, Rangcangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) 2020 bertujuan memperbaiki kinerja pembangunan Kabupaten Sumenep yang sistematis.

“Kami berharap RKPD 2020 ini tidak hanya formalitas, tapi ada jiwa semangat yang baru untuk melakukan yang terbaik pembangunan Sumenep ini,” tuturnya.

Banyaknya pulau di ujung timur pulau Madura ini, lanjut mantan ketua DPRD Sumenep ini, bagian dari kekayaan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam memimpin Pemerintah Sumenep.

Menurut Bupati, pada pelaksanaan Musrenbang tersebut para peserta juga akan diminta mengajukan beberapa usulan. Sehingga kesempatan ini harus digunakan untuk menyampaikan usulan program agar dipadukan dengan hasil Musrenbang mulai tingkat desa hingga kecamatan.

Jika dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh Kabupaten Sumenep dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di tahun 2018. Yakni laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 mencapai 5,27 persen. Sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 5,11 persen.

“Jadi, ini menandakan bagi kita semua perlu juga dilakukan lompatan –lompatan program yang harus kita lakukan supaya kedepan terus terjadi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Bupati juga menambahkan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumenep tahun 2020 itu memiliki tema yakni peningkatan daya saing ekonomi daerah yang berbasis potensi dan produk unggulan daerah melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas yang tentu saja berpendidikan.

“Tema ini harus dipahami secara benar demi meningkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Apalagi untuk sektor pengangguran terbuka, di Kabupaten Sumenep terus mengalami penurunan. Sejak tahun 2015 – 2018 terus mengalami penurunan. Bupati membeberkan, pada tahun 2017 sebanyak 1,83 persen menurun jadi 1,70 persen di tahun 2018. Peran pemerintah sangat penting dalam penurunan angka pengangguran serta dukungan masyarakat.

“Program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti kegiatan sektor wisata dan menciptakan wirausaha muda, dari satu sisi harus di apresiasi karena telah membuktikan mampu membentuk sentral-sentral ekonomi di beberapa kecamatan. Ini salah satu langkah Pemkab Sumenep dalam rangka menekan angka pengangguran,” pungkasnya.

Reporter : Suhalis
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here