Bupati Sumenep, Mengaku Kehilangan Sosok Inpiratif dan Pemersatu Umat Beragama

oleh -49 views
Bupati Sumenep, KH. A Busyro Karim.

SUMENEP, Senin (3/2/2020) suaraindonesia-news.com – Atas Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Shalahuddin Wahid, Bupati Sumenep, KH A Buya Busro Karim mewakili warga Sumenep turut berduka cita, Senin (3/2).

Bupati Sumenep, KH. A Busro Karim menyampaikan menilai sosok inspirasi Gus Sholah beliau Kiai pemersatu dari banyak perbedaan umat beragama yang ada di Indonesia.

“Gus sholah ini pernah menjadi pemateri dalam seminar nasional yang diakan FKUB tentang kerukunan umat beragama,” kata Kiai Busro.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah Desa Baraji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tentang sosok Gus Shola, adik dari Alm. Gus Dur meninggalkan kenangan khusus Sumenep, pemikiran beliau tentang kerukunan umat agama hingga detik ini masih terasa dan penuh inspiratif.

“Bagaimana ia mencari solusi dari banyak agama, tradisi dan budaya yang berbeda,” jelasnya.

Jejak kehidupan Gus Sholah yang inspiratif yang selalu membangun sebuah kekuatan dari berbagai perbedaan untuk pemersatu, maka dari itu Bupati Sumenep mengaku kehilangan Ulama’ pemerhati sekaligus pemersatu perbedaan umat beragama.

“Perbedaan yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan bukan malah perpecahan, semoga ada Gus sholah yang lain,” tandasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *