BALIKPAPAN, Rabu (29/4) suaraindonesia-news.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi di tanah air.
Dalam ajang bergengsi Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kortastipidkor Polri TA 2026 di Jakarta, Polda Kaltim sukses memborong penghargaan peringkat pertama nasional dalam kategori penyelamatan aset negara.
Prestasi mentereng ini diraih berkat keberhasilan jajaran Ditreskrimsus Polda Kaltim dalam mengamankan uang negara dengan nilai fantastis, yakni sebesar Rp76.241.914.668 sepanjang tahun 2025.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum di Kaltim tidak hanya sekadar memenjarakan pelaku, tetapi juga fokus pada pemulihan kerugian finansial negara secara maksimal.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kakortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, kepada perwakilan Polda Kaltim, Bambang Yugo Pamungkas, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta (28/4).
Kapolda Kaltim, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Yuliyanto, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi personel di lapangan. Ia menyebut pencapaian ini sebagai kado atas kerja keras yang profesional dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti komitmen nyata kami. Penyelamatan aset sebesar lebih dari Rp76 miliar ini adalah bentuk tanggung jawab Polri dalam menjaga uang rakyat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Rakernis tahun ini mengusung tema penguatan peran Polri dalam implementasi KUHP dan KUHAP nasional. Bagi Polda Kaltim, penghargaan ini menjadi standar baru sekaligus cambuk untuk terus meningkatkan integritas dalam mengawal program prioritas pemerintah.
“Prestasi ini harus menjadi pemacu semangat. Kami tidak akan berpuas diri dan akan terus meningkatkan kualitas penanganan perkara korupsi demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari praktik lancung,” tutupnya.
Keberhasilan Polda Kaltim ini diharapkan menjadi inspirasi bagi polda-polda lain di seluruh Indonesia untuk lebih agresif dalam mengejar aset hasil kejahatan korupsi, sehingga efek jera yang dihasilkan benar-benar berdampak luas bagi masyarakat.












