exodus
Berita UtamaBeritaNewsPemerintahan

Dedie Rachim Tekankan Efisiensi Anggaran Akhir Tahun, Pemkot Bogor Luncurkan Smart KKI

×

Dedie Rachim Tekankan Efisiensi Anggaran Akhir Tahun, Pemkot Bogor Luncurkan Smart KKI

Sebarkan artikel ini
IMG 20261103 214600
Foto: Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat peluncuran Sistem Monitoring dan Akselerasi Realisasi Transaksi Kartu Kredit Indonesia (Smart KKI).

KOTA BOGOR, Selasa (03/11) suaraindonesia-news.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya efisiensi dan optimalisasi pengelolaan anggaran daerah menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2026. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target dan memperhatikan kemampuan penyelesaian pekerjaan dalam sisa waktu yang tersedia.

Arahan tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menghadiri peluncuran Sistem Monitoring dan Akselerasi Realisasi Transaksi Kartu Kredit Indonesia (Smart KKI), yang dirangkaikan dengan Evaluasi Progres Realisasi Keuangan Daerah, Persiapan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2027, serta Penyerapan Perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel, Jalan Salak, Kota Bogor, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedie meminta para pimpinan perangkat daerah dan jajaran kewilayahan agar lebih cermat dalam mengelola anggaran, terutama terhadap kegiatan yang harus diselesaikan menjelang penutupan tahun anggaran.

Menurutnya, akhir tahun merupakan periode krusial dalam pelaksanaan program pemerintah. Oleh karena itu, kegiatan yang diperkirakan tidak dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan, khususnya yang belum memasuki proses lelang atau belum dilaksanakan, perlu dievaluasi dan dipertimbangkan untuk ditunda.

“Yang pertama kita harus bisa melaksanakan efisiensi. Bersama-sama kita berusaha agar apa yang menjadi harapan kita, yaitu mencapai sesuai dengan target APBD perubahan. Saya meminta semua, para pimpinan perangkat daerah dan yang lainnya betul-betul menyikapi ini semua sebagai sebuah langkah auto action yang harus disadari semua,” kata Dedie Rachim.

Selain menekankan efisiensi, Wali Kota Bogor tersebut juga meminta perangkat daerah mengoptimalkan pelaksanaan belanja modal, terutama terhadap kegiatan yang telah melalui proses lelang dan masuk dalam kategori proyek strategis daerah.

Ia berharap seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif, dengan tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan keuangan daerah dan kualitas hasil pekerjaan.

Pada kesempatan yang sama, Dedie Rachim mengapresiasi peluncuran Smart KKI yang menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kota Bogor dalam mendukung pemantauan dan percepatan realisasi transaksi melalui Kartu Kredit Indonesia.

Ia meminta agar sistem tersebut terus dikembangkan dan dievaluasi secara berkala dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sehingga penerapannya dapat berjalan optimal serta mampu mengantisipasi berbagai kendala teknis maupun administratif.

“Selamat, kita luncurkan Smart KKI, semoga lancar dan sukses. Ini menjadi salah satu inovasi Kota Bogor dan kalau ini bisa terlaksana pasti akan banyak orang untuk belajar ke Kota Bogor,” ungkap Dedie.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Lia Kania Dewi, dalam laporannya menyampaikan bahwa APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2026.

Penetapan tersebut menjadi salah satu landasan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah pada sisa tahun anggaran 2026.

Melalui evaluasi realisasi keuangan daerah dan peluncuran Smart KKI, Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat memperkuat tata kelola keuangan daerah, meningkatkan efektivitas pelaksanaan anggaran, serta memastikan penggunaan APBD berjalan secara efisien, transparan, dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan