ACEH UTARA, Selasa (06/10) suaraindonesia-news.com – Sejumlah warga yang bermukim di Dusun Masjid Lama, Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan suara bising dan percikan api yang disebut berasal dari jaringan listrik PLN yang berada di tengah permukiman padat penduduk.
Lokasi jaringan listrik tersebut berada di sisi jembatan yang menjadi perbatasan Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan, terutama saat hujan.
Salah seorang warga setempat, Ikbal, mengatakan persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak PLN Panton Labu, Aceh Utara. Namun, menurut Ikbal, dirinya diarahkan untuk menyampaikan laporan kepada PLN Simpang Ulim, Aceh Timur.
“Kalau hujan, kabel yang paling tinggi itu mengeluarkan percikan api dan suara bising. Kami semakin khawatir karena sekarang sudah memasuki musim hujan,” kata Ikbal, Selasa (6/10).
Karena khawatir terhadap keselamatan warga, Ikbal kemudian mendapat saran dari rekannya untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.
Menurut Ikbal, setelah laporan disampaikan kepada Haji Uma, petugas PLN kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap jaringan listrik tersebut.
“Setelah saya lapor sama Haji Uma, dalam waktu setengah jam petugas PLN langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki,” ujarnya.
Ikbal mengaku bersyukur karena setelah dilakukan penanganan, suara bising yang sebelumnya terdengar sudah tidak muncul lagi.
“Alhamdulillah, untuk saat ini tidak ada lagi suara bising. Tapi kami belum tahu nanti kalau hujan apakah masih mengeluarkan percikan api atau tidak. Kita lihat saat hujan nanti,” ucapnya.
Bagi Ikbal dan warga lainnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut gangguan pada jaringan listrik. Keberadaan jaringan tegangan tinggi yang berada dekat dengan permukiman membuat warga merasa khawatir terhadap keselamatan mereka, terutama ketika hujan deras dan kondisi jaringan kembali mengalami gangguan.
Atas penanganan tersebut, masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Haji Uma yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap keluhan warga di kawasan perbatasan Aceh Utara–Aceh Timur.
Menindaklanjuti laporan warga, Haji Uma disebut langsung berkoordinasi dengan Manager PLN di Banda Aceh. Koordinasi tersebut dilakukan agar keluhan warga dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan teknis di lapangan.
Meski telah dilakukan perbaikan, warga masih menunggu kondisi jaringan saat hujan kembali turun untuk memastikan apakah percikan api dan suara bising yang sebelumnya dikeluhkan benar-benar telah teratasi.












