exodus
Berita UtamaNasionalNewsPemerintahanPeristiwa

Sikapi Dampak Asap Karhutla, Sofyan Jufri Ingatkan Pemkot Balikpapan Ambil Langkah Konkret : Jangan Menunggu Ada Korban Baru Bergerak!

×

Sikapi Dampak Asap Karhutla, Sofyan Jufri Ingatkan Pemkot Balikpapan Ambil Langkah Konkret : Jangan Menunggu Ada Korban Baru Bergerak!

Sebarkan artikel ini
IMG 20260908 203311
Foto: Anggota DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri.

​BALIKPAPAN, Selasa (8/9) suaraindonesia-news.com – Ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur mulai menghantui warga Kota Balikpapan.

Menanggapi kondisi kualitas udara yang terus menurun, DPRD Kota Balikpapan secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk tidak “menutup mata” dan segera mengambil langkah konkret sebelum jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.

​Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai, dampak paparan asap Karhutla saat ini sudah mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kota Balikpapan.

​Sofyan Jufri menyoroti pola penanganan Pemkot Balikpapan yang dinilainya kerap kali pasif dan baru reaktif setelah timbul masalah kesehatan di tengah warga.

Menurutnya, ancaman bahaya paparan asap Karhutla terhadap kesehatan publik bukanlah perkara sepele yang cukup disikapi hanya dengan selembar surat imbauan.

​”Pemerintah kota jangan menutup mata. Asap ini sudah terasa di sejumlah wilayah Kota Balikpapan dan harus menjadi perhatian bersama. Persoalan asap bukan lagi hanya perlu disikapi melalui imbauan di atas kertas. Pemkot harus mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan warga,” tegas Sofyan.

​Ia mengingatkan agar Dinas Kesehatan Kota (DKK) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tidak menunggu warga terserang penyakit pernafasan atau ISPA dan terbaring di rumah sakit atau puskesmas baru sibuk bertindak.

​”Pemkot jangan menunggu ada korban yang terkena penyakit baru bergerak, Mulai sekarang harus diantisipasi sedini mungkin. Jangan sampai pemerintah baru masif bertindak ketika masyarakat sudah bertumbangan terkena paparan penyakit,” tambahnya.

​Guna meminimalisir risiko gangguan pernapasan, Sofyan mendorong Pemkot Balikpapan segera melancarkan gerakan sosialisasi dan edukasi kesehatan secara masif hingga ke tingkat bawah. Salah satu tindakan preventif yang mendesak dilakukan adalah mengedukasi masyarakat untuk kembali membiasakan diri menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

​Ia menekankan bahwa edukasi ini tidak boleh berhenti di tingkat kota saja, melainkan harus menyentuh seluruh lapisan lingkungan warga.

​”Proses sosialisasi dan edukasi ke masyarakat ini harus dimasifkan mulai dari tingkat lingkungan RT, kelurahan, hingga kecamatan. Libatkan jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan agar pesannya benar-benar sampai dan dipatuhi oleh masyarakat,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

​Selain dorongan edukasi dan pembagian masker, Sofyan Jufri juga mendesak Pemkot Balikpapan untuk memperkuat sistem pemantauan kualitas udara dan menyajikannya secara transparan serta akurat kepada publik. Hal ini penting agar warga dapat mengukur tingkat risiko aktivitas di luar ruangan secara mandiri.

​Langkah proteksi ekstra juga wajib diberikan kepada kelompok masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, serta lansia yang rentan terhadap penyakit paru.

​”Masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Kepastian informasi mengenai kualitas udara yang akurat di tiap wilayah harus dijamin. Langkah antisipasi dini adalah kunci utama keselamatan warga,” tutup Sofyan.

Tinggalkan Balasan