exodus
BeritaNewsPemerintahan

Keuchik dan Imum Mukim Sampaikan Aspirasi ke Dandim Aceh Timur, Keluhkan Jalan Rusak hingga Kondisi Tambak

×

Keuchik dan Imum Mukim Sampaikan Aspirasi ke Dandim Aceh Timur, Keluhkan Jalan Rusak hingga Kondisi Tambak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 134542
Foto: Temu ramah Dandim 01/04 Aceh Timur besama Muspika Madat, Keuchik dan tokoh masyarakat di Aula Kantor Camat Madat, Kamis (3/9/2026).

ACEH TIMUR, Kamis (03/09) suaraindonesia-news.com – Sejumlah Keuchik, Imum Mukim, camat, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Madat menyampaikan berbagai persoalan pembangunan kepada Komandan Kodim (Dandim) 01/04 Aceh Timur, Letkol Fiska Bagus.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam acara temu ramah yang berlangsung di Aula Kantor Camat Madat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan kunjungan perdana Dandim 01/04 Aceh Timur ke Kecamatan Madat sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi pembangunan di wilayah setempat.

Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain kerusakan infrastruktur pertanian, jalan antar gampong, akses jalan usaha tani, kondisi tambak, serta dampak banjir yang terjadi pada akhir 2025.

Keuchik Gampong Lueng Sa, Samsul Azhar, menyampaikan keluhan petani mengenai kerusakan akses jalan usaha tani yang dinilai menyulitkan pengangkutan hasil panen.

Menurutnya, panjang jalan usaha tani yang membutuhkan penanganan diperkirakan mencapai sekitar 4 kilometer.

“Hasil padi merupakan salah satu sumber ekonomi utama masyarakat kami. Jika jalan tani rusak, hasil panen sulit dibawa ke pasar, kerugian menjadi berlipat ganda,” ungkap Samsul di hadapan Dandim.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lueng Dua, Hanafiah, menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di sektor perikanan budidaya. Ia mengatakan, banjir yang terjadi sebelumnya membawa endapan sedimen yang menyebabkan sejumlah kolam tambak menjadi dangkal.

Kondisi tersebut, menurut Hanafiah, membuat petani tambak mengalami kesulitan dalam membudidayakan udang maupun ikan secara optimal. Selain itu, pendangkalan alur sungai juga disebut menyulitkan pengaturan keluar-masuk air ke tambak.

“Kami berharap melalui Dandim ini dapat difasilitasi kepada Pemerintah Kabupaten maupun instansi terkait, agar nasib petani tambak di Kecamatan Madat segera diperhatikan,” harap Hanafiah.

Imum Mukim Madat, Azhar, turut menyampaikan kondisi infrastruktur jalan antar-gampong. Ia menyebut sekitar 60 persen jalan di wilayahnya sudah tidak layak dilalui, baik akibat dampak banjir maupun minimnya perawatan rutin.

Selain persoalan infrastruktur, Azhar juga menyampaikan adanya serangan hama tikus di sejumlah areal persawahan. Wilayah yang disebut terdampak antara lain Rambong Lop, Ulee Atueng, Madat, Mayang Jrok, Mayang Kepupula Dua, Paya Naden hingga Tanjong Minjei.

Menurut perkiraannya, lebih dari 300 hektare lahan pertanian terdampak dan mengalami gangguan produksi hingga gagal panen.

“Kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini petani bingung, kebutuhan hidup semakin berat, namun tidak ada modal untuk menanam kembali,” papar Azhar.

Camat Madat, Zulfikar, membenarkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayahnya masih menghadapi berbagai persoalan, baik terkait jalan maupun sarana penunjang sektor pertanian dan perikanan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana Dandim 01/04 Aceh Timur ke Kecamatan Madat.

“Kami bersama Danramil, Kapolsek dan seluruh pemangku kepentingan siap bersinergi memperjuangkan kemajuan Kecamatan Madat. Seluruh keluhan masyarakat ini akan kami sampaikan kepada Bupati Aceh Timur selaku pimpinan Forkopimda, guna mempercepat pemulihan pascabanjir di wilayah kami,” tegas Zulfikar.

Acara temu ramah tersebut turut dihadiri para Keuchik, tokoh masyarakat, Kapolsek Madat Ipda Rizki, serta Danramil Madat Kapten TNI Saifuddin.

Dalam kesempatan itu, Dandim 01/04 Aceh Timur Letkol Fiska Bagus menyatakan kesediaannya menjadi penghubung dalam penyampaian aspirasi masyarakat Kecamatan Madat kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendorong percepatan penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait infrastruktur, pertanian, perikanan, serta pemulihan dampak banjir.

Tinggalkan Balasan