PAMEKASAN, Selasa (11/08) suaraindonesia-news.com – Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, SH. mendorong seluruh kepala desa untuk memperkuat kolaborasi serta tata kelola pemerintahan desa dalam mengelola pembangunan dan keuangan desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Selasa (11/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman menegaskan bahwa besarnya anggaran yang dikelola desa tidak secara otomatis menjamin besarnya manfaat yang diterima masyarakat.
“Desa hari ini memiliki kewenangan dan sumber daya yang jauh lebih besar. Namun semakin besar kewenangan dan anggaran yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Bupati, workshop tersebut bukan ditujukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi ruang pembelajaran dan evaluasi bersama guna memperbaiki pengelolaan pemerintahan desa.
“Ini adalah forum untuk belajar, mengevaluasi, memperbaiki, dan memastikan bahwa kita berjalan pada jalur yang benar,” tegasnya.
Bupati Kholilurrahman juga mengajak para kepala desa mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan desa. Menurutnya, perencanaan pembangunan seharusnya diawali dengan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan sekadar menentukan penggunaan anggaran.
“Dari masalah kita tentukan prioritas. Dari prioritas kita susun program. Dari program kita alokasikan anggaran. Setelah dilaksanakan, kita ukur hasilnya,” jelasnya.
Ia meminta kepala desa tidak menjalankan pembangunan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi perlu dibangun bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok perempuan, pemuda, hingga pelaku UMKM.
“Libatkan masyarakat bukan hanya ketika pembangunan akan dilaksanakan, tetapi sejak menentukan masalah dan prioritas. Karena pembangunan desa yang baik bukan yang paling banyak kegiatannya, tetapi yang paling banyak memberikan manfaat,” katanya.
Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui peningkatan kapasitas aparatur, pembinaan, pengawasan, serta mendorong pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Pembinaan dan pengawasan bukan berarti mengambil alih kewenangan desa. Justru semakin kuat pembinaan dan pengawasan, semakin sehat otonomi desa dapat dijalankan,” tegasnya.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber tingkat nasional, yakni Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M., Anggota Komisi XI DPR RI; Suherman, S.IP., M.Si. dari Kemendes PDTT; Saiful Islam, S.E., MBA., Ph.D., Kepala Kanwil DJPB Jawa Timur; serta Hasoloan Manalu, S.E., M.M. dari BPKP Jawa Timur.
Menutup sambutannya, Bupati Kholilurrahman menyampaikan semangat pembangunan desa dengan slogan, “Desa Kuat, Tata Kelola Hebat, Masyarakat Sejahtera.”












