exodus
BeritaNewsPemerintahan

Hari Pertama Tempati Gedung Baru, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Keluhkan Fasilitas Air hingga AC Belum Optimal

×

Hari Pertama Tempati Gedung Baru, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Keluhkan Fasilitas Air hingga AC Belum Optimal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260811 112213
Foto: Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman.

BALIKPAPAN, Senin (10/8) suaraindonesia-news.com – Seluruh anggota DPRD Kota Balikpapan resmi memindahkan aktivitas kerja mereka ke gedung baru yang lebih representatif mulai Senin (10/8).

Kendati pengerjaan fisik utama telah rampung, hari pertama penempatan gedung ini diwarnai oleh sejumlah keluhan terkait fasilitas penunjang yang belum siap seratus persen.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, mengungkapkan adanya beberapa kekurangan pada aspek penyelesaian akhir (finishing) yang dinilai kurang rapi.

Selain masalah estetika seperti bekas cat, fasilitas krusial seperti air bersih dan sebagian pendingin ruangan (AC) justru belum bisa berfungsi optimal.

“Air bersih belum mengalir sama sekali, sehingga untuk ibadah shalat pun kami masih harus menumpang fasilitas air dari gedung lama. Beberapa AC juga ada yang belum fungsional, ditambah lagi jaringan internet (Wifi) yang belum tersedia. Hal ini jelas membuat sistem pekerjaan kami menjadi kurang maksimal,” ujar Yono saat ditemui media ini di Gedung DPRD Balikpapan.

Yono menyayangkan sikap kontraktor pelaksana yang belum memenuhi janji untuk mengirimkan pekerja guna menuntaskan pembersihan dan perbaikan kecil. Akibatnya, petugas pembersih (cleaning service) internal DPRD yang terpaksa turun tangan membersihkan debu karpet dan jendela yang kotor.

“Gedung ini sebenarnya sudah diserahterimakan walaupun belum diresmikan. Apalagi gedung ini masih dalam masa pemeliharaan. Pihak kontraktor berjanji hari ini mengirim pekerja untuk membereskan sisa pengerjaan, tetapi sampai saat ini belum ada yang datang. Kami meminta manajemen pemeliharaan (maintenance) ini segera dipercepat,” ungkapnya.

Meski dihadapkan pada fasilitas yang belum sempurna, Yono membantah bahwa kepindahan ini terkesan dipaksakan. Menurutnya, menempati gedung baru saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan uji coba (trial) kelayakan bangunan secara langsung.

“Kalau kepindahan ini ditunda padahal serah terima sudah berjalan, fasilitas yang sudah bagus bisa rusak tanpa ketahuan. Dengan menempati gedung sekarang, setiap kekurangan yang muncul bisa langsung menjadi catatan evaluasi untuk segera diperbaiki oleh kontraktor,” jelas Yono.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan gedung baru ini menjadi bagian dari langkah strategis efisiensi anggaran daerah. Ke depannya, agenda besar seperti rapat paripurna dapat digelar secara mandiri tanpa harus menyewa ruang di hotel.

“Kami berharap pengerjaan fasilitas penunjang ini segera dituntaskan agar unsur pimpinan hingga seluruh anggota dewan dapat bekerja dengan maksimal demi melayani masyarakat Balikpapan,” pungkasnya.