Jengkel, Diperas 18 Kali, Kontraktor Lapor Tim Saber Pungli

oleh -38 views
Tim saber pungli

KOTA BATU, Jumat (25 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Merasa kesal diperas 18 kali, rekanan pengerjaan proyek gedung olah raga (GOR) Gajahmada kota Batu akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Tim Saber Pungli Mabes Polri.

Dana yang dikeluarkan oleh PT G ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu itu sebanyak 18 kali sejak tahun 2016 hingga peresmian Gedung baru tahun 2017.

Uang Pungli itu selanjutnya didistribusikan kepada KONI, DPRD, Kejari, Sekpri, Sekretaris Pekerjaan Umum dan beberapa pejabat Pemkot Batu.

Penyidik dari Tim Saber Pungli Pusat Mabes Polri terus mendalami dugaan suap – pungli fee proyek yang dilakukan oleh oknum Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cipta Karya Pemkot Batu.

“Itu sudah lama kita lakukan penyelidikan atas laporan rekanan proyek , baru sekarang ini berhasil melakukan penangkapan,“ kata Ketua Tim Saber Pungli Pusat Mabes Polri, Brigjen Widiyanto Poesoko saat ditemui di Mapolres Batu, Jumat (25/8) siang.

Ia juga mengatakan berdasar keterangan tiga saksi, telah terjadi 18 kali melakukan aksinya. Meski demikian pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Kita masih mendalami, Apakah benar keterangan saksi jika melakukan aksinya itu, Ini masih diperiksa intensif. Sementara BB hanya Rp 25 juta dari hasil pengamanan tadi malam oleh tim,” bebernya. Baca Juga: Tiga Pejabat Pemkot Batu Terkena OTT

Kata dia, PT G selaku pelapor mengarap pembangunan Gor Gajahmada. Untuk rincian data yang sudah beredar sejumlah uang senilai Rp 805 juta yang disebutkan diserahkan ke DPRD kota Batu, Sekpri, KONI, Sekertaris PU, ULP, Operasional, persiapan rapat, pembukaan, acara peresmian dan entertain Kadis Himpun, saat ini tim masih mengkajinya.

“Data yang menyebutkan 18 kali ke berbagai pihak itu belum tentu benar semua, data bisa dibuat-buat. Kami masih terus menindaklanjuti,” tegasnya.

Menurutnya, Hari ini, tim akan memanggil pihak PT selaku rekanan dan pihak Pemkot Batu. Semua nama yang dicatut, tambah Brigjen, akan diuji betul dalam pemeriksaan.

“Nama-nama itu semua akan kami panggil dan dikaji betul. Baik rekanan dan Pemkot Batu serta beberapa nama yang dicatut oleh rekanan. Saat ini masih penyelidikan,” jelasnya (Adi Wiyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *