exodus
Berita UtamaEkonomiNews

Ubah Sampah Jadi Emas, Pegadaian Optimalkan Ekosistem Bank Sampah Binaan di Kalimantan

×

Ubah Sampah Jadi Emas, Pegadaian Optimalkan Ekosistem Bank Sampah Binaan di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261028 222911
Foto bersama manajemen Pegadaian Kanwil VI Balikpapan dengan beberapa pihak terkait seuasi melaksanakan konsolidasi wilayah FORSEPSI tahun 2026 di Balikpapan, Rabu, (29/10).

BALIKPAPAN, Rabu (29/10) suaraindonesia-news.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kalimantan.

Melalui gelaran Konsolidasi Wilayah Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Rabu, (29/10/2026), Pegadaian menegaskan langkahnya untuk memperkuat ekosistem bank sampah demi mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri.

​Mengusung tema “FORSEPSI Naik Kelas, Menguatkan Rantai Nilai Bank Sampah untuk Ekonomi Sirkular yang Mandiri”, ajang ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi, koordinasi, serta keberlanjutan pembinaan bank sampah di seluruh wilayah operasional Kalimantan.

Pegadaian meyakini bahwa penguatan ekosistem ini merupakan kunci agar pengelolaan sampah dapat berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh.

​Melalui program unggulannya, Memilah Sampah Menjadi Emas, Pegadaian mengintegrasikan aksi kepedulian lingkungan dengan edukasi keuangan.

Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan nilai ekonomi dari sampah yang dipilah guna membangun kebiasaan menabung emas secara berkesinambungan.

​Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Doni Saputra, menegaskan bahwa Konsolidasi Wilayah FORSEPSI Tahun 2026 menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola bank sampah binaan Pegadaian agar semakin profesional, inovatif, dan mandiri.

​”Bank sampah memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui konsolidasi ini, kami ingin memperkuat tata kelola bank sampah, mendorong inovasi dalam pengelolaan, serta memperluas partisipasi masyarakat agar kegiatan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat nyata,” ujar Doni.

​Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas pengelola perlu diiringi dengan penguatan edukasi keuangan agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara produktif, salah satunya melalui pemanfaatan Tabungan Emas Pegadaian.

​Senada dengan hal tersebut, Regional CEO PT Pegadaian Kalimantan, Rinaldi Lubis, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem bank sampah merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

​”Melalui program Memilah Sampah Menjadi Emas, kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi. Kami percaya, ketika kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan literasi keuangan, akan tercipta peluang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Rinaldi.

​Menurut Rinaldi, sinergi antara Pegadaian, pemerintah daerah, pengelola bank sampah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi sirkular yang mandiri.

Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, bank sampah diharapkan mampu berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat secara menyeluruh.

​Konsolidasi wilayah FORSEPSI 2026 ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan sinergi melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas dan inovasi operasional agar bank sampah binaan mampu memberikan nilai tambah secara modern, serta akselerasi edukasi keuangan untuk mengajak masyarakat merencanakan masa depan finansial mereka.

​Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Pegadaian serta pejabat instansi terkait, di antaranya Sekretaris Pusat FORSEPSI Apriliawati, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Provinsi Andi Sitti Asti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.

Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Siti Patimah, Ketua Pokja 4 PKK Kota Balikpapan Jamli, serta Kepala Departemen Bisnis Support Kanwil IV Balikpapan Azwar Chandra Winata bersama seluruh pengelola bank sampah binaan se-Kalimantan.

​Sebagai bentuk apresiasi, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan menyampaikan terima kasih dan penghormatan tinggi kepada para pengelola bank sampah yang selama ini menjadi garda terdepan di lapangan.

Melalui penguatan jaringan FORSEPSI ini, Pegadaian menegaskan perannya yang tidak hanya hadir sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra aktif masyarakat dalam memajukan literasi keuangan, memberdayakan ekonomi warga, dan mewujudkan lingkungan Kalimantan yang bersih serta berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan