Sumpah Pemuda, Gubernur Bali Ajak Anak Muda Bijak Gunakan Teknologi

Peserta sumpah pemuda di lapangan Niti Mandala Reno Bali

BALI, Sabtu (28 oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Pesatnya perkembangan teknologi Informasi, Komunikas dan Transportasi di era ini memang cenderung sering disalah gunakan, terutama oleh kalangan anak muda.

Untuk itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak seluruh generasi muda untuk lebih bijak menggunakannya.

Hal itu disampaikannya kepada awak media setelah menjadi Inspektur Upacara pada peringatan ke-89 Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Bali di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (28/10/2017).

“Kemajuan teknologi Informasi dan transportasi jangan dijadikan sebagai ajang pemecah belah diri kita (generasi muda-red), harusnya semua untuk mempersatukan kita,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut, Ia mengatakan segala hal yang berhubungan dengan pemecah belah bangsa terutama generasi muda harus dilawan.

Menurutnya, sudah tidak jamannya lagi kita meributkan hal seperti itu.

“Generasi muda sekarang harus maju ke depan, hadapi tantangan Global yang semakin hari semakin keras,” tandasnya.

Baca Juga: Ribuan Krama Adat Desa Adat Pakraman Sanur Tutup Jalan By Pass Bali 

Sementara saat menjadi Inspektur Upacara, Gubernur Pastika berkesempatan membaca Pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi, tentang Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017.

Dalam pidatonya, Menpora juga menekankan tentang pentingnya arti persatuan di tengah derasnya laju teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, sesuai dengan tema Hari Sumpah Pemuda 2017, Berani Bersatu.

Ia menyayangkan dengan berbagai macam kemudahan yang dimiliki era ini, generasi muda mudah sekali memvonis orang, mudah sekali berpecah-belah, saling mengutuk satu dengan yang lain serta menebar fitnah.

“Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki saat ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahmi dan beriteraksi sosial,” kata Pastika membacakan pidato Menpora.

Setidaknya menurut Menteri Imam Nahrawi, generasi muda harus mewarisi semangat Pemuda saat itu.

Walaupun terpisah oleh jarak hingga ribuan kilometer, dan teknologi tidak mudah seperti sekarang, namun semangat mempersatukan diri sangat kental.

Hingga akhirnya sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di Jalan Kramat Raya, Kwitang, Jakarta, dan berhasil mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Semua pemuda itu berasal dari lintas suku, agama dan daerah, dan mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu: Indonesia.

Lebih jauh, saat ini Presiden RI Ir. Joko Widodo telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017, tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor, Penyelenggaraan Kepemudaan.

Melalui Perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus digelorakan. Bersama pemerintah daera, organisasi kepemudaan dan sektor swasta semua bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928.

Tentu saja, hal itu sejalan dengan harapan Presiden RI ke-1, Ir. Soekarno yang dalam sebuah kesempatan pernah menyampaikan

“Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang, sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” tukasnya. (Sudirman/Jie)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here