Seru, 75 Group Pecinta Lingkungan Berebut 8 Ton Sampah

Peserta lomba pilah sampah

KOTA BATU, Minggu (17/12/2017) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 75 group yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri, Minggu (17/12/2017), pagi berebut delapan ton sampah. Mereka mengikuti lomba pilah sampah di Balai Kota Among Tani (BAT) Jalan Panglima Sudirman No 507 Batu yang dilakukan oleh Relawan cinta Lingkungan (RCL).

Atraksi yang diperankan oleh mayoritas dari kelompok Bank sampah dan kelompok seni sanduk itu menjadi perhatihan masyarakat, pasalnya acara pilah sampah yang tergolong unik itu hanya pertama kali terjadi di kota Batu.

Koordinator acara Pilah Sampah RCL Bagyo Prasaty mengatakan bahwa bancakan sampah atau lomba pilah sampah di Kota Batu ini Baru pertama kali digelar.

Meski baru pertama kali digelar, animo masyarakat begitu tinggi, setidaknya ada 75 kelompok atau grup ibu-ibu dan remaja purti ikut andil mengikuti lomba pilah samapah.

“Lomba pilah sampah itu masing-masing grup berjumlah berjumlah 4 hingga 5 orang, pesertanya dari 24 desa/kelurahan di wilayah kota Batu, panitia menyiapkan samapah basah dan kering sebanyak dua truk,” kata bagyo Prasasti, Minggu (17/12/2017).

Mantan ketua KPU kota Batu itu menyebut ratusan orang yang mengikuti lomba pilah sampah di BAT itu, semua peserta beramai-ramai memilah sampah dari jenis sampak yang organic dan non organic, sampah kering dan sampah basah.

Baca Juga: Jalin Keakraban dan Diskusi Sederhana, Antara KOMPI dan Kasat Lantas 

Dari 75 grup pecinta lingkungan, satu diantara yang menarik Febi Punjul Santoso istri Plt Walikota Batu Punjul Santoso juga ikut menyemarakan lomba pilah sampah, ia tidak jijik meski memilah-milah sampah bersama ibu-ibu lainya, ia tetap semangat dan antosias mengikuti lomba hingga selesai.

“Lomba itu dimaksudkan agar masyarakat cinta lingkungan, membiasakan masyarakat membuang samapah pada tempatnya serta menciptakan lingkungan yang bersih dan indah,” jelas Bagyo.

Ia juga mengatakan dalam penilaian lomba pilah sampah bukan hanya cepat memilah sampah tetapi juga dinilai ketepatan dalam memilah sampah, mana yang organik dan mana yang non organic, waktu yang telah disediakan panitia dengan durasi setengah jam harus sudah selesai seluruhnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait lomba pilah sampah, satu peserta dari 75 group, Rida Fauzi kelompok Bank Sampah Rukun Sejastera RW 06 Dusun Tambuh desa Songgokerto Kecamatan Batu menyambut baik penyelenggarakan lomba pilah sampah.

“Karena sifatnya itu mendidik, hendaknya panitia menyelenggarakan lomba pilah sampah itu tidak hanya sekali ini saja, tapi harus diadakan lagi, agar masyarakat sadar mmbuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.

Reporter: Adi Wiyono

Editor: Supanji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here