BeritaNewsPemerintahanPendidikan

Mas’udi: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan di Kabupaten Sampang

79
×

Mas’udi: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan di Kabupaten Sampang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260503 165934
FOTO: Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim di Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, Spd, Mpd. (FT/Nor/SI)

SAMPANG, Minggu (3/5) suaraindonesia-news.com – Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd, M.Pd, menegaskan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, dijadikan momentum kebangkitan mutu dan kwalitas pendidikan di Kabupaten Sampang.

Karena momen itu sudah ada, dengan lulusnya 319 siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Tahun 2026, di Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Sehingga di Tahun 2027 mendatang, siswa lulus/diterima jalur SNBP harus semakin banyak.

“Untuk itu, saya menegaskan Peringatan Hardiknas 2026, dijadikan tonggak kebangkitan mutu dan kwalitas pendidikan di Kabupaten Sampang, kedepannya lebih maju lagi,” ungkapnya.

Dikatakan, jumlah siswa SMA/SMK lulus SNBP sebanyak 319 itu cukup banyak. Dan ini merupakan prestasi luar biasa dan membanggakan bagi daerah. Tak salah jika di peringatan Hardiknas 2026, dijadikan momentum kebangkitan pendidikan di Sampang, mari pertahankan atau ditingkatkan siswa lulus SNBP Tahun 2027, lebih banyak lagi.

Mas’udi Hadiwijaya, mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dibutuhkan sinergi yang kuat antara siswa, guru, dan peran orang tua yang dinilai menjadi faktor utama dalam mencetak generasi berprestasi serta sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdampak.

Untuk itu, siswa diharapkan dapat belajar dengan tekun serta terus mengasah kemampuan untuk meraih prestasi. Di sisi lain, guru dituntut untuk menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran, sekaligus memberikan pendampingan intensif agar potensi siswa dapat berkembang secara optimal.

“Peran orang tua juga tidak kalah penting. Dukungan berupa pendampingan belajar dan pemberian motivasi kepada anak menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan,” ujarnya.

Menariknya, selain fokus pada peningkatan mutu pembelajaran, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan pelajar. Salah satu program yang dijalankan adalah pemberian obat tambah darah bagi siswa perempuan guna menjaga kondisi kesehatan serta meningkatkan konsentrasi belajar.

Tinggalkan Balasan