Putus Sekolah, Arek Karangploso Pilih Jadi Agen Pil Koplo

oleh -92 views
Tiga pengedar Pil koplo pil doble L diamankan Petugas kepolisian Polsek Karangploso

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Menjadi cleaning Service (petugas kebersihan) di salah satu perusahaan SPBU di Kota Malang  bagi  Ahmad Fais  alias  AF (20)  RT 02 RW 01  warga desa Dono warih Kecamatan Karangploso kabupaten Malang ini tidaklah menjanjikan, selain gajinya pas-pasan, juga untuk tabungan dihari tuapun  semakin tidak jelas.

Akhirnya remaja putus sekolah ini beralih profesi, banting setir 180 derajat, laki-laki ini ingin mewujudkan mimpinya menjadi orang yang sukses, menjadi orang yang kaya sekalipun dengan segala cara.  Prinsip inilah membuat  Ia   memilih menjadi agen atau pemasok pengedar Pilkoplo di wilayah Karangploso Kabupaten Malang dan kota Batu.

Namun usaha yang ia ditekuni selama tiga bulan itu tercium polisi, ia keburu ditangkap polisi   bersama dua rekannya yakni Dendeng  alias AW  (25) warga desa Tegal gondo Kecamatan karangploso Kabupaten Malang dan Ferdinanda wahyudi alaias FW (19) Warga Dusun ngudi Desa Tawang argo Kecamatan karangploso Kabupaten Malang. Mimpi menjadi sukses akhirnya sirna, karena ia akan menghuni dipenjara sekitar 10 Tahun.

AKP Prayitno Kapolsek Karangploso saat ditemui, Senin (21/3/2016) mengatakan dibekuknya pelaku itu karena diduga sebagai pemasok pengedar pil koplo di wilayah Karang ploso, selain itu petugas juga mengamankan 27 ribu pil dobel L dari tangan pelaku.

“Awal tertangkapnya para pelaku berdasarkan laporan masyarakat yang kemudian di tindak lanjuti dengan menangkap salah satu pelaku yang berinisial AW dan dari keterangan pelaku  tersebut   polisi Menangkap dua rekannya,”  kata dia.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan 27 ribu pil dobel L handphone dan uang tunai serta dua unit sepeda motor sebagai barang bukti, dalam pemeriksaan salah satu pelaku mengatakan jika barang tersebut di peroleh dari seorang berinisial H yang menjadi tahanan di lapas Madiun.

Sementara menurut Keterangan pelaku AF, dengan usaha menjadi pemasok pengedar Pilkoplo ini mendapatkan keuntungan yang besar, dengan membeli Pil doble L itu AF mendapat keuntungan Rp 400 ribu hingga Rp 450 ribu perlotop atau perbotol dengan isi 100 butir.

“Keuntungan bisa mencapai 50 persen,” kata AF kepada petugas kepolisian.

Ketiga pelaku ini dijerat pasal 196 sub pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan karena diduga dengan sengaja dan tanpa hak mengedarkan sediaan farmasi.

Atas perbuatannya, pelaku di ancam dengan hukuman hingga 10 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *