Puskesmas Gunungsitoli Barat Disurvey Tim Penilai Akreditasi Kemenkes RI

oleh -81 views

GUNUNGSITOLI, Kamis (09 November 2017) suaraindonesia-news.com – Menuju Pelayanan kesehatan terbaik, tim penilai akreditasi dari Deputi Kementerian Kesehatan setelah kunjungi UPTD Puskesmas Gunungsitoli, Senin (6/11) kini giliran UPT Puskesmas Gunungsitoli Barat, Kamis (9/11).

Disambut dengan serangkaian tarian adat, Ketua Tim penilai akreditasi Dr. Machdalena, M.Kes, didampingi dr.Rr. Siti Hartati Surjantini, M.Kes, dan dr. Ridwan setiba di lokasi puskesmas langsung melihat situasi ruang perawatan dan peralatan yang ada serta melihat lingkungan puskesmas itu.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Wilser Juliadi Napitupulu mengatakan ucapan terimakasih atas kedatangan tim penilai akreditasi.

“Terimakasih atas kedatangan tim penilai akreditasi dari Kementerian Kesehatan,  kami sangat menyambut baik dan besar harapan kami agar Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Barat dapat terakreditasi,” tutur Kadis Kesehatan itu.

Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Barat, Sosaidaman H. Zebua,  S.KEP.,NS tidak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh kegiatan Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Barat.

Setelah kata sambutan, dr.Rr. Siti Hartati Surjantini, M.Kes, memaparkan beberapa poin dalam kunjungan mereka di Puskesmas itu.

Konsep dasar akreditasi, kinerja yang menuju pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang menimbulkan kepuasan pada setiap pasien dengan tata cara penyelenggaraannya yang sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan.

Adapun tujuan akreditasi, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kinerja puskesmas melalui perbaikan sistem manajemen yang berkesinambungan dan penerapan manajemen risiko.

Lebih spesifiknya, meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien (patien safety), Meningkatkan perlindungan bagi SDM Kesehatan, masyarakat dan lingkungannya, serta puskesmas, meningkatkan kinerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat (UKP/UKM), yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan Usia Harapan Hidup (UHH), IPM.

Tahapan implementasi akreditasi, pendampingan pra akreditasi, penilaian pra akreditasi, survei akreditasi, penetapan akreditasi, pendampingan pasca akreditasi.

Adapun kategori akreditasi puskesmas, antara lain tidak terakreditasi, dasar, madya, utama, dan paripurna.

Telaah dan telusur dokumen, antara lain kepala puskesmas tidak meninggalkan puskesmas selama survei berlangsung, masing-masing survior mendapat ruang yang representative, dan beberapa hal lainnya yang dianggap berhubungan dengan tujuan akreditasi.

Siti Hartati Surjantini lebih lanjut memaparkan kode etik surveior agar nantinya tidak disalah artikan seperti, bersikap ramah, santun dan terbuka, bersikap jujur dan tidak memihak, sadar akan kedudukannya sebagai wakil dari komisi.

“Dan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan antara lain menyatakan kelulusan atau tidak lulusan selama survei, menakut-nakuti seolah tidak lulus saat exit conference, membentak-bentak staf puskesmas/fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama karena berbagai sebab, serta hal yang tidak wajar lainnya,” tutur Siti Hartati Surjantini.

Pantauan media ini, di lokasi berlangsungnya kegiatan berjalan dengan baik dan turut hadir Ketua tim penggerak TP PKK, Camat Gunungsitoli Barat,  Kades se-Kecamatan Gunungsitoli Barat, unsur Firkopimka, tokoh masyarakat, dan beberapa undangan lainnya. (Al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *