BLORA, Kamis (15/10) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Blora resmi membuka Festival Literasi Blora (FLB) 2026 di Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Blora, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia” sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan mendorong masyarakat yang kritis, kreatif, serta berdaya saing.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengatakan tema tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang adaptif di tengah perkembangan informasi dan teknologi.
“Melalui gerakan literasi, kita ingin membangun masyarakat Blora yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, produktif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Arief dalam sambutannya.
Ia berharap Festival Literasi Blora tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Untuk mendukung pengembangan budaya literasi, Pemerintah Kabupaten Blora menyiapkan sejumlah program, di antaranya Program Sedekah Buku, Gebyar Literasi, pengukuhan Bunda Literasi dan Duta Baca desa/kelurahan, serta pelatihan dan lomba promosi minat baca.
Penyelenggaraan FLB 2026 terlaksana dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Program Pengembangan Perpustakaan Daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bunda Literasi Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah, S.H., menjelaskan bahwa FLB 2026 merupakan puncak rangkaian kegiatan literasi, pengembangan karya, dan apresiasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Menurut Ainia, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup berbagai bidang pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Literasi mencakup cakupan yang lebih luas, seperti numerasi, sains, digital, finansial, hingga kebudayaan dan kewarganegaraan. Ini adalah pintu menuju transformasi sosial dan kunci membentuk arah masa depan yang lebih baik,” terang Ainia.
Ia berharap gerakan literasi dapat mendorong lahirnya lebih banyak penggerak di tingkat desa yang mampu mengajak masyarakat berdiskusi, menghasilkan karya, serta memperkenalkan potensi lokal Blora ke tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan Festival Literasi Blora 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan dinas perpustakaan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, pegiat literasi, akademisi, dan komunitas lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Blora berharap budaya literasi semakin berkembang di tengah masyarakat dan menjadi salah satu pendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan potensi daerah.












