LANGSA, Kamis (15/10) suaraindonesia-news.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Langsa menggelar aksi sosial dengan menyiapkan 40.000 masker untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPC PKB Kota Langsa, Chaidir Toweren, didampingi Ketua PB PKB Kota Langsa, Suhaida M. Yacob, yang dikenal dengan sapaan Ida Acoi. Puluhan kader PKB bersama organisasi Perempuan Bangsa dan Panji Bangsa turut terlibat dalam pembagian masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa, serta persimpangan lampu merah di depan rumah sakit.
Di lokasi tersebut, para kader membagikan masker secara cuma-cuma kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, dan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap.
Kabut asap menjadi perhatian karena paparan asap kebakaran dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Melalui kegiatan tersebut, DPC PKB Kota Langsa berupaya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kondisi lingkungan yang sedang dihadapi warga.
Salah seorang pengemudi yang menerima masker menyampaikan terima kasih kepada DPC PKB Kota Langsa atas bantuan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada Partai PKB Kota Langsa yang sudah prihatin terhadap kondisi Kota Langsa saat ini. Kami sebagai pengguna jalan sangat merasakan kondisi udara yang kurang baik karena asap. Bantuan masker ini sangat berarti bagi kami,” ujar pengemudi tersebut.
Menurutnya, bantuan semacam itu dibutuhkan oleh masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di jalan raya.
Pengemudi angkutan, pedagang, pekerja lapangan, dan kelompok masyarakat lainnya kerap harus tetap bekerja meskipun kondisi udara kurang baik. Dalam situasi tersebut, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel tertentu, bergantung pada jenis dan kemampuan penyaringan masker yang digunakan.
Kegiatan pembagian masker melibatkan puluhan kader DPC PKB Kota Langsa bersama Perempuan Bangsa dan Panji Bangsa. Para peserta membantu proses pembagian masker di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Sebanyak 40.000 masker disiapkan dalam kegiatan tersebut. Namun, jumlah masker yang telah dibagikan kepada masyarakat belum dirinci dalam keterangan yang tersedia.
Aksi sosial ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan organisasi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Meski demikian, pembagian masker perlu berjalan beriringan dengan upaya penanganan sumber kebakaran, pemantauan kualitas udara, serta penyampaian informasi kesehatan yang tepat kepada masyarakat.
Masyarakat yang terdampak kabut asap juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus. Masker tidak memberikan perlindungan penuh terhadap seluruh zat berbahaya yang terkandung dalam asap.
Melalui kegiatan tersebut, DPC PKB Kota Langsa berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik. Penanganan dampak karhutla sendiri memerlukan koordinasi berbagai pihak agar keselamatan dan kesehatan warga tetap terlindungi.












