Mengenal Batik Khas Nganjuk

Yuni Sophia (tengah) menunjukan batik Nganjuk. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Minggu (8/9/2019) suaraindonesia-news.com – Yuni Sophia, istri Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat punya cara tersendiri untuk turut memajukan potensi daerahnya, dengan menggandeng desainer dari Kabupaten Malang QMR Desainer, Yuni memperkenalkan batik khas Nganjuk ke berbagai daerah melalui pagelaran fesyen.

QMR mendesain batiknya, sedangkan Yuni memberikan sentuhan ‘look design’ pada motif batik tersebut, sinergi keduanya pun diberi brand bernama QMR x Yuni Shopia.

Di Jember, Yuni mengikuti Jember Fashion Society 2.0 yang digelar di atrium hall Lippo Plaza Jember selama seminggu mulai Senin (2/9/2019) hingga Sabtu (7/9/2019).

“Potensi Nganjuk itu sangat luar biasa, termasuk batiknya, dengan keterlibatan kami dalam kegiatan Jember Fashion Socety ini, harapan kami, batik khas Nganjuk bisa dikenal secara Nasional, untuk pertunjukan kali ini temanya It’s MaanG (Man of Anjuk Ladang,” kata Yuni di sela-sela mempersiapkan pertunjukan performnya di hari puncak JFS 2.0, Sabtu  (7/9) sore.

Yuni akan menampilkan tiga tema, yaitu kasual, formal, dan addressini (unisex, red).

“Pada JFS kali ini kita akan tampilkan 10 look dalam 3 tema yaitu kasual, formal dan addresini. Sebelumnya saya juga sudah mengikuti even-even di Surabaya. Ini adalah salah-satu jalan kami untuk bisa menuju ke Jakarta Fashion Week maupun Indonesia Fashion Week,” ucap Yuni, yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) itu.

Sebagai Ketua Dekranasda Nganjuk, dirinya berkeinginan untuk bisa mengangkat membantu dari programnya bupati, salah satunya adalah menciptakan sumber daya manusia para pembatik yang handal yang siap bersaing, selain itu saya menginginkan supaya nanti Nganjuk itu lebih dikenal batiknya walaupun tidak bisa lewat pariwisatanya, kita kenalkan lewan batiknya.

Batik Nganjuk memiliki motif khas. Bahkan ada sudah ada 10 motif batik yang sudah dipatenkan seperti motif Jayastamba, motif yang terinspirasi dari Prasasti Jayastamba.

“Berbicara motif batik Nganjuk sendiri ada banyak sekali. Bahkan sejumlah desa di sejumlah kecamatan yang ada perajin batiknya memiliki motif masing-masing yang mengangkat kearifan lokal di sekitarnya, mengangkat kekayaan lokal di sekitarnya,” lanjut Yuni.

Bawang merah yang menjadi komoditas pertanian utama di Nganjuk juga diangkat menjadi motif batik yakni motif ‘panen brambang’. Brambang adalah bahasa jawa yang berarti bawang merah.

“Sementara itu pengembangan sumber daya manusianya, perajin-perajin batik yang ada di desa-desa itu selalu kami latih. Bahkan kami magangkan ke Solo, Bangkalan, dan Klaten. Pokoknya mana ada pusat batik kita datangi untuk magang disitu,” pungkasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here