Kunjungi Manokwari, Menteri Yasona Laoly Disambut Demo Wartawan

oleh -262 views
Puluhan Wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Manokwari Menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wilayah Hukum dan HAM Papua Barat menuntut Presiden Joko Widodo Mencabut dan Membatalkan pemberian remisi kepada terpidana hukuman Seumur Hidup I Nyoman Susrama atas pidana pembunuhan berencana terhadap Wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa pada 2009 lalu.

MANOKRAWI, Rabu (30/1/2019) suaraindonesia-news.com — Kunjungan Kerja Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (30/1/2019) disambut aksi demonstrasi puluhan wartawan lintas media.

Dalam orasinya, para jurnalis menolak dengan tegas pemberian remisi kepada terpidana hukuman seumur hidup I Nyoman Susrama atas perkara pembunuhan berencana terhadap jurnalis Radar Bali AA Narendra Prabangsa.

Para Jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Manokwari juga mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mencabut dan membatalkan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari penjara seumur hidup menjadi penjara sementara kepada terpidana I Nyoman Susrama.

Masa juga menegaskan, Negara melalui Presiden menjamin dan melindungi kemerdekaan Pers Nasional seuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers Nasional, serta menolak dengan tegas segala bentuk kriminalisasi terhadap Pers Nasional.

Koordinator aksi Muhammad Adlu Raharusun dalam orasinya menyatakan, pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama oleh Presiden Joko Widodo telah melukai kemerdekaan Pers Nasional.

Pasalnya, dari sejumlah kasus pembunuhan terhadap wartawan baru satu kasus yang tuntas di meja hijau, sementara delapan kasus pembunuhan wartawan lainnya hingga kini masih mangkrak.

Menteri Yasona bersama rombongan tiba di Manokwari sekitar pukul 06.30 Wit di Bandara Rendani Manokwari, selanjutnya menteri beserta rombongan menggelar pertemuan di Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat.

Aksi demonstrasi yang digelar puluhan Jurnalis Manokwari tidak mendapat tanggapan dari Menteri Yasona, bahkan menteri Yasona memilih menghindar bertemu dengan para jurnalis dan meninggalkan kantor Perwakilan Hukum dan HAM melalui pintu pintu belakang menggunakan mobil rental untuk mengelabuhi para wartawan yang sedang berorasi.

Salah satu orator aksi, Takdir menyatakan menghindarnya Menteri Yasona dari aksi demo Jurnalis Manokwari menunjukan sikap tidak gentel seorang menteri.

”Menteri Yasona tidak mau berhadapan dengan masa aksi jurnalis Manokwari, eh malah lari lewat pintu belakang. Menteri Yasona kelabuhi kami dengan menggunakan mobil rental, itu sikap tidak gentelment seorang menteri,” pungkas Takdir saat menyampaikan orasinya.

Reporter : Rizaldy
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan