KPTB Ungkapkan Kekecawaannya Kepada Kadinsos Melalui Demonstrasi di Balaikota Bogor

oleh -97 Dilihat
KPTB saat Demonstrasi di depan balaikota bogor

BOGOR, Selasa (15/01/2018) suaraindonesia-news.com — Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) menyampaikan kekecewaannya atas dugaan pernyataan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) bahwa terminal baranangsiang adalah sarang preman.

Aksi tersebut diikuti oleh ratusan orang dari KPTB. Orasi pun dilakukan didepan Kantor Balaikota Bogor di Jl. Ir. Haji Djuanda No.10, Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/01) dengan cara bergantian.

Teddy Irawan selaku ketua KPTB menyatakan bahwa statement ini adalah sebuah fitnah yang kejam.

“Saya bersama teman-teman KPTB menuntut ke walikota untuk menyampaikan kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dengan segera untuk hal pencopotan, mengklarifikasi, dan permintaan maaf kepada masyarakat lewat media massa,” ungkapnya.

Teddy Irawan juga menegaskan bahwa pelaku tindak kriminal yang terjadi di terminal baranangsiang adalah para pendatang dan KPTB mempunyai datanya.

“Kami selaku pengurus KPTB sangat menyayangkan dengan adanya berita yang menyakitkan yaitu, diduga pernyataan oknum pejabat yang menyatakan bahwa Terminal digunakan sebagai sarang Preman dan Copet,” lanjutnya.

Untuk itu KPTB meminta kepada Walikota Bogor dengan tiga tuntutan di antaranya :
1. Mencopot Jabatan KaDinsos.
2.Meminta maaf secara terbuka.
3.Klarifikasi ke-seluruh media massa khususnya media lokal.

Aksi ini memicu emosi para demonstran yang datang, Bima Arya selaku Walikota Bogor menyatakan terkait statement Azrin Syamsudin selaku Kepala Dinas Sosial yang diwawancarai usai aksi di Balaikota.

“Ya tadi sudah kita dengar pernyataan Azrin Syamsudin, bahwa tidak ada maksud itu tadi mungkin ada komunikasi yang kurang pas sehingga muncul istilah – istilah preman itu. Yang pasti sudah clear, Azrin Syamsudin tidak bermaksud yang dimaksudkan lebih kepada warga binaan yang ada disitu,” ungkapnya.

Bima Arya (Walikota Bogor) juga menambahkan bahwa terminal itu adalah tanggung jawab kita semua, kita harus menjaga ketertiban disitu. Dirinya juga menghimbau KPTB untuk bersama – sama di masa transisi perpindahan terminal yang sedang dibangun untuk menjaga bersama – sama.

Berkaitan dengan tuntutan yang dilayangkan oleh para demonstran ini meliputi mencopotan jabatan Kepala Dinas Sosial dan permintaan maaf yang disampaikan melalui media dan menghapuskan tagline atau headline tuduhan dari Azrin tentang terminal baranangsiang.

Bima Arya juga menanggapi hal tersebut menyatakan pencopotan jabatan itu merupakan hak proratif Walikota. Nanti juga kita rombak semua. “Semua jadi bahan pertimbangan, lurah saya bongkar semua, kepala dinas juga 5 posisi akan open biding,” tuturnya.

Disisi lain, Felix Martha selaku dewan penasehat di KPTB ini menanggapi aksi yang dilakukan di Balaikota yang direspon oleh Kepala Dinas Sosial yang menjawab langsung pernyataannya tersebut.

“Kita mempertanyakan statement tersebut dan kita juga meminta pertanggung jawaban dari tiga hal tadi yang menjadi tuntutan kepada Walikota,” ujarnya.

Felix juga menambahkan bahwa apa yang dituduhkan oleh Azrin Syamsudin itu tidak benar adanya, karena pada nyatanya kegiatan yang dilakukan di terminalpun positif seperti pengajian, baksos, dan berkarya. Dan menurut Felix pun seorang pejabat sangat tidak patut melontarkan statment seperti itu.

Reporter : Je-Algy-San
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan