exodus
Berita UtamaNewsPolitik

Gandeng FKUB, KPU Balikpapan Sosialisasikan Pentingnya Partisipasi Pemilih dan Stabilitas Politik Daerah

×

Gandeng FKUB, KPU Balikpapan Sosialisasikan Pentingnya Partisipasi Pemilih dan Stabilitas Politik Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260820 144630
Foto bersama jajaran KPU Balikpapan, FKUB dan peserta sosialisasi dari lintas agama di Gedung Setya Dharma, Klenteng Guang De Miao, Kota Balikpapan, Kamis, (20/8).

BALIKPAPAN, Kamis (20/8) suaraindonesia-news.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan partisipasi pemilih dan stabilitas politik daerah.

Acara yang mengusung tema “Merawat Kerukunan, Mewujudkan Demokrasi Berkualitas” ini berlangsung di Gedung Setya Dharma, Klenteng Guang De Miao, Klandasan Ulu, Kota Balikpapan, Kamis (20/8).

Hadir langsung dalam agenda tersebut Ketua KPU Kota Balikpapan Prakoso Yudo Lelono beserta jajaran komisioner, Ketua FKUB Kota Balikpapan H. Hakim, Ketua MUI Ustadz Bustomi, serta para tokoh lintas agama dan elemen masyarakat setempat.

Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudo Lelono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa KPU memiliki tiga tugas pokok utama secara umum, yakni sosialisasi berkelanjutan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta perbaikan sistem informasi yang terintegrasi.

“Kami menggandeng semua elemen masyarakat di Balikpapan, salah satunya FKUB. Kami menganggap penting untuk bersinergi dengan majelis lintas agama karena kerukunan umat beragama merupakan indikator utama keberhasilan demokrasi di Balikpapan, khususnya saat pelaksanaan Pemilu dan Pilkada,” ujar Prakoso seusai acara.

Terkait data pemilih, Prakoso memaparkan bahwa saat ini KPU Balikpapan tengah melakukan pemutakhiran data secara bertahap berdasarkan data yang diturunkan oleh Disdukcapil Pusat melalui KPU RI.

Proses pemutakhiran berkala ini dilakukan secara internal sebelum nantinya divalidasi kembali oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) menjelang pesta demokrasi.

Ke depan, KPU Balikpapan berkomitmen untuk lebih masif dan intensif menggelar diskusi serupa dengan kelompok-kelompok agama. Tujuannya agar regulasi pemilu dapat tersampaikan dengan jelas, sehingga masyarakat paham mengenai hak, kewajiban, serta hal-hal yang dilarang dalam pemilu.

Tidak hanya menyasar kelompok keagamaan, KPU juga berencana memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Ke depan, sosialisasi dan diskusi tentu akan kami lakukan juga dengan kelompok profesi seperti nelayan, kelompok marginal, sektor pendidikan, hingga kelompok disabilitas. Untuk tahapan resmi pemilunya sendiri, dijadwalkan akan mulai berjalan pada bulan Juni 2027 mendatang,” pungkas Prakoso.