exodus
BeritaNews

Kisah Muhammad Yusuf, Mualaf yang Merintis Usaha Pembibitan Kelapa Sawit di Aceh Timur

×

Kisah Muhammad Yusuf, Mualaf yang Merintis Usaha Pembibitan Kelapa Sawit di Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260710 161312
Foto: Muhammad Yusuf, saat mengecek kondisi pembibitan sawit di lokasi penangkaran bibit di Desa Pante Merbo.

ACEH TIMUR, Jumat (10/7) suaraindonesia-news.com – Perjalanan hidup Muhammad Yusuf menjadi salah satu kisah perubahan yang diwarnai proses pencarian keyakinan sekaligus perjuangan membangun usaha dari bawah. Pria yang lahir di Dairi, Sumatera Utara, pada 23 Mei 1986 dengan nama Saor Pandapotan Tamba itu kini menetap di Desa Pante Merbo, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Muhammad Yusuf mengungkapkan bahwa titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2011 ketika memutuskan memeluk agama Islam. Setelah mengucapkan syahadat, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Yusuf.

Keputusan tersebut kemudian diikuti dengan memperdalam ilmu agama. Selama kurang lebih lima tahun, ia menempuh pendidikan di Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Ulum yang berada di Desa Pante Merbo. Menurutnya, pendidikan agama menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Empat tahun setelah menjadi mualaf, tepatnya pada 2015, Muhammad Yusuf menikah dengan Evariana. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang anak yang menjadi motivasi baginya untuk terus bekerja dan mengembangkan usaha.

Pada 2016, Muhammad Yusuf mulai merintis usaha pembibitan berbagai jenis tanaman hortikultura. Berbekal pengalaman, ketekunan, serta pengetahuan yang dimiliki, usaha tersebut terus berkembang.

Seiring melihat potensi pertanian di wilayah Aceh Timur, sejak 2018 ia memfokuskan usahanya pada pembibitan kelapa sawit. Untuk mendukung pengembangan usahanya, ia kemudian mendirikan badan usaha bernama CV. Bibit Usaha Bersama.

Saat ini, usaha tersebut mempekerjakan sebanyak 12 orang warga setempat sebagai tenaga kerja tetap. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi para pekerja, perusahaan itu juga melayani kebutuhan bibit kelapa sawit bagi petani di Aceh Timur dan sejumlah daerah sekitarnya.

Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa dalam menjalankan usahanya, ia berupaya mengedepankan kejujuran, memenuhi komitmen kepada pelanggan, serta menjaga kualitas bibit yang diproduksi.

“Iman dan ilmu agama yang saya dapatkan di dayah menjadi kompas. Saya jalankan usaha dengan jujur, tepat janji, dan mengutamakan kualitas. Hasilnya, masyarakat percaya dan rezeki pun mengalir,” ujarnya.

Menurut Muhammad Yusuf, nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan agama menjadi pedoman dalam menjalankan usaha maupun kehidupan sehari-hari.

Perjalanan hidup Muhammad Yusuf menunjukkan perubahan yang dijalaninya sejak menjadi mualaf hingga mampu membangun usaha pembibitan kelapa sawit yang kini berkembang di Kecamatan Madat. Selain menopang perekonomian keluarganya, usaha tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.