ACEH TIMUR, Senin (01/06) suaraindonesia-news.com – Di tengah berbagai dinamika pembangunan di Aceh, masih terdapat masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi dan sosial. Salah satunya adalah Muhammad Rafatan (11), seorang anak yatim asal Desa Matang Pineung, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, yang menjalani kehidupan penuh perjuangan bersama keluarganya.
Rafatan kehilangan ayahnya pada tahun 2020. Kepergian sang ayah terjadi saat ibunya sedang melahirkan adik bungsunya. Sejak saat itu, kondisi ekonomi keluarga mengalami perubahan yang cukup berat.
Bersama kakaknya, Rafatan berupaya membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang terdiri atas dua kakak dan dua adik yang masih kecil. Dalam kesehariannya, mereka kerap mendatangi warung-warung di sekitar tempat tinggal untuk mencari bantuan dari masyarakat.
Kondisi tersebut juga berdampak pada pendidikan Rafatan. Ia mengaku tidak lagi bersekolah dan saat ini hanya mengikuti kegiatan mengaji pada malam hari di balai pengajian yang berada tidak jauh dari rumahnya.
“Sekarang saya tidak sekolah lagi, cuma mengaji pada malam hari di balai pengajian dekat rumah,” ujar Rafatan.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Rafatan tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan semangat. Selain harus menghadapi kehilangan sosok ayah, ia juga menyaksikan kondisi kesehatan ibunya yang sedang sakit.
Meski demikian, Rafatan tetap berupaya membantu keluarga dan menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap adik-adiknya. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani masa kanak-kanak yang berbeda dibandingkan anak-anak seusianya.
Kisah Rafatan menjadi gambaran bahwa masih terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat. Akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting agar anak-anak dalam kondisi serupa dapat memperoleh hak-haknya secara optimal.
Harapannya, berbagai pihak dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan, sehingga anak-anak seperti Muhammad Rafatan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita, dan menikmati masa tumbuh kembang yang lebih baik.
Reporter: Masri
Editor: Qonita
Publisher: Eka







