SUMENEP, Selasa (02/06) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 22 mahasiswa asal Kepulauan Sapeken dan Raas menerima Beasiswa Pelita dari SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI). Program ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap generasi muda kepulauan agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Beasiswa Pelita ini diserahkan oleh SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI) di Kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), pada Minggu 31 Mei 2026, sebagai bagian dari etalase industri hulu migas untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat sekitar wilayah kerja, khususnya Mahasiswa Kepulauan.
Beasiswa Pelita hadir tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan Sapeken dan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Program ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, mengurangi angka putus kuliah, serta mendorong mahasiswa agar mampu berprestasi dan berkontribusi bagi daerah asalnya.
Salah satu penerima beasiswa, Nurul Mutmainnah, mahasiswa Universitas Wiraraja asal Pulau Tanjung, Kecamatan Sapeken, mengaku bersyukur atas dukungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa beasiswa ini sangat berarti dalam menunjang keberlangsungan studinya di Sumenep.
“Beasiswa ini sangat membantu saya kak, untuk melanjutkan pendidikan di Sumenep. Saya berharap bisa menyelesaikan studi dengan baik dan kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat di pulau saya,” kata Nurul. Minggu (31/5/2026).
Nurul turut mengungkapkan, bahwa beasiswa tersebut, juga membawa kabar harapan untuk orang tuanya di Pulau.
“Orang tua saya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada KEI, karena terbantu dengan hadirnya beasiswa ini kak. Kami juga diminta untuk serius dalam menyelesaikan kuliah dan lulus di waktu yang tepat,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Saiful Bahri, Mahasiswa asal pulau Raas mengaku bangga dengan dan merasa diperhatikan oleh SKK Migas – KEI dengan menghadirkan Beasiswa untuknya dan Mahasiswa dari pulau Raas.
“Ya kami tentu senanglah pak, karena dengan beasiswa ini, berarti kami dipedulikan dan dapat motivasi untuk semangat kuliah. Juga dapat membantu beban orang tua kami di Pulau,” paparnya.
Meski demikian, Saiful berharap agar program tersebut tetap dilanjutkan, supaya bisa membantu hingga lulus kuliah. Ia juga berkomitmen untuk mengabdikam diri untuk kepulauan setelah lulus kuliah.
Kampoi Naibaho, Manager Public and Goverment Affair (PGA) atau sering disebut Manager Humas Perusahaan Kangean Energy Indonesia (KEI) mengatakan, pendidikan diyakini dapat menjadi motor kemandirian dan pengembangan masyarakat, oleh sebab itu pihaknya konsisten memprogramkan beasiswa bagi Mahasiswa di wilayah kerja, yakni di Kecamatan Sapeken dan Raas.
Naibaho juga menegaskan, bahwa Beasiswa pelita ini adalah upaya SKK Migas – KEI dalam mendukung para mahasiswa asal kepulauan Sapeken dan Raas supaya termotivasi dalam melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.
Tidak hanya itu, Naibaho menerangkan, program Beasiswa Pelita merupakan bagian dari komitmen dalam mengakomodir aspirasi para tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan di Kepulauan perihal pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan tinggi.
Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, program ini juga memiliki tujuan jangka panjang, yakni meningkatkan aksesibilitas pendidikan perguruan tinggi bagi pemuda/pemudi di wilayah kepulauan.
Naibaho berharap, dengan adanya beasiswa pelita ini, mahasiswa tergugah untuk menyusun inovasi dan nantinya menjadi agen perubahan guna mengembangkan potensi di Kepulauan Raas dan Sapeken, termasuk pengembangan kompetensi masing-masing mahasiswa.
“Semoga beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta memotivasi para penerima beasiswa sehingga nantinya dapat mandiri dan berkontribusi terhadap pulau mereka masing-masing ,” kata Naibaho.
Tidak hanya itu, Naibaho turut memberikan ruang kolaborasi inovasi bagi para penerima Beasiswa Pelita yang kemudian memperhatikan potensi local kepulauan Sapeken dan Raas.
“Kami juga siap berkolaborasi jika ada inovasi berkelanjutan dari mahasiswa penerima beasiswa untuk pengembangan potensi di kepulauan Sapeken dan Raas,” tambahnya.
Merespon hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh Iksan menyampaikan, perhatian SKK Migas-KEI melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (Program PPM)
berupa beasiswa pelita kepada Mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, adalah untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepulauan Sapeken dan Raas.
Iksan menggambarkan bahwa sepanjang yang ia ketahui, bahwa kebersamaan antara KEI dengan masyarakat di Kepulauan Sapeken dan Raas sangat terjalin harmonis. Ia juga memaparkan bahwa KEI juga berperan aktif untuk pengembangan kompetensi Guru di Pagerungan.
“Berkaitan dengan pemberian beasiswa ini, kami sangat menilai positif dan luar biasa. Kami membaca bahwa hubungan KEI dengan masyarakat di Pulau Sapeken dan Raas sudah terjalin bagus, sehingga kami atas nama Pemkab Sumenep, khususnya dibidang pendidikan, sangat berterima kasih dan mengapresiasi positif,” kata Iksan. Senin (1/6/2026).
Iksan berharap, kepada SKK Migas-KEI, perhatian terhadap dunia pendidikan tetap dilakukan, sehingga keberimbangan SDM daratan dan Kepulauan bisa dicapai.
“Semoga kedepan semakin bertambah jumlah penerima beasiswa bagi Masyarakat Kepulauan Sapeken dan Raas, dalam rangka peningkatan SDM, harapan kita, jika nanti SDMnya berimbang antara kepulauan dan daratan insyaAllah hasilnyapun berimbang. Semoga beasiswa ini menjadi berkah bagi para Mahasiswa dan dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan dalam keterangannya menegaskan, bahwa program ini merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membangun daerah, khususnya wilayah kepulauan. Melalui Beasiswa Pelita, kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik dari Sapeken dan Raas memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan menjadi generasi unggul yang kembali membangun daerahnya,” ungkap Anggono.
Ke depan, SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia menargetkan program ini dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa setiap tahunnya, serta menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pendidikan hingga kesiapan untuk berkontribusi terhadap daerah masing-masing di Kepulauan.
“Kami juga berharap, dengan adanya Beasiswa Pelita, semakin banyak generasi muda dari wilayah kepulauan yang mampu menggapai impian, sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan daerah,” tukasnya.
Reporter: Amin
Editor: Qonita
Publisher: Eka







