Dua Eksekutor Pembakar Rumah Wartawan di Tanah Karo Ditangkap, Miliki Tugas Berbeda

oleh -54 views
Foto: Kedua eksekutor pembakar rumah wartawan di Tanah Karo RAS dan YT saat diamankan Poldasu. (Foto: M. Habil Syah/SI).

SUMATERA UTARA, Rabu (10/7) suaraindonesia-news.com – Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap pelaku pembakaran rumah Rico Sempurna Pasaribu di Jalan Nibung Surbakti, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Dalam waktu kurang dari 10 hari, polisi menangkap dua eksekutor, RAS (37) dan YT alias Selawang (36), yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam aksi tersebut. Salah satu pelaku ditembak karena melawan saat penangkapan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengungkapkan bahwa RAS bertugas membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar sebanyak dua botol ukuran 1 liter air mineral seharga Rp 130 ribu. RAS juga bertindak sebagai pengemudi sepeda motor yang ditumpangi YT. Sementara itu, YT bertugas menyiramkan campuran Pertalite-solar ke rumah korban dan menyalakan api.

“YT ditangkap polisi akhir pekan lalu, Sabtu dinihari (7/7/2024), pukul 02.00 WIB. Saat ditangkap, YT melakukan perlawanan sehingga diambil tindakan tegas terukur,” ujar Hadi Wahyudi.

Pengungkapan kasus ini menggunakan metode modern Scientific Crime Investigation (SCI) oleh Penyidik Polda Sumut. Bukti-bukti dikumpulkan di lapangan dan diuji di laboratorium forensik, disesuaikan dengan rekaman CCTV sekitar lokasi, serta melibatkan dokter forensik dan multi disiplin keahlian polisi.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Pelaku Pembakaran Rumah Rico Sempurna Pasaribu dengan Metode SCI

RAS lahir di Jakarta dan beralamat di Jalan Veteran Kabanjahe, sementara YT alias Selawang lahir di Desa Raya dan bertempat tinggal di Jalan Veteran, Karo. Usai menyiram rumah korban, pelaku membuang dua botol berisikan solar dan Pertalite tersebut sekitar 30 meter dari lokasi. Kedua botol tersebut kemudian diuji di Labfor Polda Sumut dan terbukti sesuai dengan bukti-bukti ditemukan di lapangan.

“Ponsel tersangka RAS, yang pada pukul 02.30 (sebelum kejadian) melakukan pemantauan situasi dan menghubungi seseorang untuk melaporkan keadaan TKP, sudah disita penyidik,” jelas Hadi.

Reporter: M. Habil Syah
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan