Diusulkan untuk Dicopot, Ini Tanggapan Dolvianus Kolo

oleh
Anggota DPRD NTT, Dolvianus Kolo bersama Tokoh Perempuan NTT, Kristina Muki

KUPANG-NTT, Kamis (12/4/2018) suaraindonesia-news.com – Anggota DPRD NTT, Dolvianus Kolo yang saat ini tengah diusulkan oleh PDIP ke Mendagri melalui Gubernur NTT untuk diganti lantaran dinilai melanggar AD/ART Partai justru kembali mempertanyakan dasar pemecatan terhadap dirinya oleh PDIP lantaran kritis terhadap keputusan DPP PDIP yang baginya sangat pragmatis dan tidak sesuai dengan roh dan semangat PDIP sebagai Partai Kader dengan menetapkan Marianus Sae (Tersangka KPK) yang bukan kader PDIP sebagai Calon Gubernur NTT oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri di Jakarta (14/12/2018) lalu dan mengorbankan kader-kader terbaiknya sendiri.

Menurut Mantan Ketua GMNI Cabang Kupang ini, sesungguhnya apa yang telah dilakukan olehnya untuk mengkrititisi kebijakan DPP Partai yang diangap salah merupakan bentuk militansi kader untuk tidak mengingkari sebuah kebenaran perjuangan.

“Kepuasan dan militansi tertinggi dari kader akan terukur manakala mampu membuktikan bahwa apa yang diputuskan pimpinan partainya benar-benar salah atau pragmatis, Kemudian harga yang harus dibayar kader adalah di PAW, saya dari awal sudah siap, namun bagi saya dinamika politik tidak mesti mengabaikan aspek kebenaran, yg benar akan ttp benar. Atau mata hati mereka sudah dubutakan dengan kebenaran?,” Tegas Dolfi.

“Kebenaran kalau Marianus Sae bukan tipe pemimpin yang baik. Masa partai semodern PDIP ko tidak punya file tentang Marianus Sae?,” tambahnya.

Bagi Kader TTU ini, Korupsi adalah sebuah Kejahatan kemanusiaan sehingga PDIP harusnya melawan koruptor bukan kemabali mengelu-elukan Koruptor.

Baca Juga: Diduga Menista Agama, Amon Djobo dilaporkan ke Polisi 

“Masa Partai yang usung slogan Partai wong cilik ko usung koruptor sebagai Cagub?, Korupsi itu kejahatan kemanusian. Harus dibasmi sampe ke akar-akarnya tapi ini malah dielu-elukan, edan,” ungkap Doko.

Terkait dengan wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) PDIP terhadap dirinya, Dolfi mengaku hingga saat ini belaum menerima surat pemecatan dari DPP PDIP. Putra Timor ini masih menunggu surat pemecatan dari PDIP untuk melihat apa dasar pelanggaran fatal yang dilakukan olehnya menurut AD/ART Partai untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Sy perlu tau dulu alasan kenapa sy dipecat. Sy langgar AD/ART yang mana?, setelah itu baru mengambil sikap dan langkah selnjutnya,” ucapnya.

“Bagi saya apa yangg saya lakukan adalah untuk selamatkn muka Partai agar tdk terlihat konyol seperti sekarang ini,” tegasnya.

Untuk diketahui saat ini DPRD NTT tengah memproses pengusulan Pergantian Antar Waktu (PAW) empat anggota DPRD NTT diantaranya, Nelson O Matara, Ampera Seke Selan, Johny Army Konay dan Dolvianus Kolo.

Reporter : Yoko
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *