exodus
BeritaEkonomiNews

BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Masyarakat Bijak Berutang, Utamakan Kebutuhan daripada Gengsi

×

BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Masyarakat Bijak Berutang, Utamakan Kebutuhan daripada Gengsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260702 125525
Foto: Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Zaini Amin/SI).

SUMENEP, Kamis (2/7) suaraindonesia-news.com – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan dengan mengutamakan kebutuhan yang bersifat produktif maupun mendesak, bukan semata-mata untuk memenuhi gaya hidup atau gengsi.

Edukasi tersebut disampaikan melalui kampanye literasi keuangan yang menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar, mengatakan keputusan untuk berutang harus didasarkan pada kebutuhan yang telah diperhitungkan dengan matang agar tidak menimbulkan beban keuangan di kemudian hari.

“Berutang bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pembiayaan akan memberikan manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang produktif maupun kebutuhan yang benar-benar penting,” ujar Hairil Fajar, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, pembiayaan dapat menjadi solusi ketika digunakan untuk kebutuhan seperti biaya pendidikan, biaya kesehatan, modal usaha, maupun kebutuhan mendesak yang telah direncanakan dengan baik.

Sebaliknya, Fajar mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan utang sebagai sarana memenuhi keinginan konsumtif yang tidak mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kebiasaan berutang hanya demi mengikuti tren, membeli barang yang sebenarnya belum dibutuhkan, berbelanja secara berlebihan, ataupun untuk kebutuhan yang hanya bertujuan menjaga gengsi,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum mengajukan pembiayaan, masyarakat perlu mengevaluasi terlebih dahulu tujuan penggunaan dana serta kemampuan membayar angsuran agar kondisi keuangan tetap sehat.

“Sebelum memutuskan berutang, tanyakan pada diri sendiri apakah pembiayaan tersebut benar-benar untuk kebutuhan atau hanya sekadar ingin terlihat memiliki. Keputusan yang tepat akan menciptakan ketenangan finansial di masa depan,” jelasnya.

Melalui kampanye literasi keuangan tersebut, PT BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola utang secara bertanggung jawab sehingga pembiayaan dapat menjadi instrumen yang mendukung peningkatan kesejahteraan, bukan sebaliknya menjadi beban keuangan.

Tinggalkan Balasan