Anggota DPR Aceh Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Seiring Meningkatnya Covid-19

oleh -51 views
Foto : Edy Kamal, Anggota DPR Aceh Komisi 1.

BANDA ACEH, Jumat (07/08/2020) suaraindonesia-news.com – Anggota DPR Aceh, mengajak masyarakat Aceh agar patuh dalam menjalani aktivitas keseharian sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna mencegah penyebaran wabah tersebut tidak semakin meluas di provinsi Aceh.

Ajakan tersebut disampaikan Edy Kamal anggota DPR Aceh dari Fraksi Demokrat kepada media ini Jumat (07/08) di Banda Aceh.

“Kita tidak ingin wabah tersebut semakin meluas, jadi kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan adalah salah satu kuncinya, sehingga ada singkronisasi antara masyarakat dengan upaya penanganan dari pemerintah,” ucap Edy Kamal.

Edy Kamal juga meminta pemerintah melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan pihak terkait termasuk partisipasi aktif seluruh elemen organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan agar tidak pernah bosan mengedukasi masyarakat walaupun ada penolakan dari masyarakat itu sendiri.

“Tugas kita menyampaikan informasi, terkadang informasi tersebut harus disampaikan berkali-kali agar masyarakat memahami. Intinya jangan pernah bosan,” tutur anggota Komisi I DPRA ini.

Ia juga berharap agar masyarakat juga ikut bersinergi dengan pemerintah terkait perihal percepatan penanganan Covid-19 di Aceh, hal ini bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga sendiri, ajaknya.

Menurutnya, seketat apapun aturan yang dibuat oleh pemerintah jika masyarakatnya tidak patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi pasien yang akan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kalau masyarakat enggan melaksanakan protokol kesehatan, sudahlah kita hanya tinggal menunggu antrian terkonfirmasi positif Covid-19, marilah kita berbenah sebelum semuanya terlambat,” tandas Edy Kamal.

Selain itu, pihaknya mengaku prihatin melihat banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga beberapa fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit di Aceh terpaksa harus ditutup.

“Jangan biarkan mereka (tenaga kesehatan) berjuang sendirian, tertib dalam penggunaan masker terbukti dapat mencegah penularan wabah tersebut. Setidaknya hal ini bisa kita lakukan untuk tidak menambahkan beban kerja petugas kesehatan,” imbuhnya.

Ia turut menyampaikan membludaknya RSUDZA (Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin) yang notabene nya rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh juga sangat prihatin sehingga ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus di tempatkan di Asrama haji karena ruangan khusus rawatan Covid-19 penuh. Sepatutnya pemerintah segera mengambil alternatif lain sebagai langkah untuk antisipasi termasuk menyediakan Rumah Sakit Darurat.

“Rumah Sakit Darurat sudah layak dipertimbangkan, kita tidak berharap kejadian luar bisa terjadi kalaupun terjadi setidaknya kita tidak kalang kabut karena langkah antisipasi sudah kita persiapkan jauh-jauh hari,” tutup Edy Kamal yang juga alumni sekolah tinggi Keperawatan.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *