exodus
BeritaNewsPendidikan

Begini Menu Keringan MBG Untuk 3 Hari di Bulan Ramadhan Yang Diterima Siswa SDN GS 01

×

Begini Menu Keringan MBG Untuk 3 Hari di Bulan Ramadhan Yang Diterima Siswa SDN GS 01

Sebarkan artikel ini
IMG 20260227 164919
FOTO : Menu keringan MBG untuk 3 hari di bulan Ramadhan mengutamakan keuntungan dari pada pemenuhan gizi siswa. (FT/Nor/SI)

SAMPANG, Jumat (26/2) suaraindonesia-news.com – Program makanan bergizi gratis (MBG) sebenarnya bagus, karena untuk pemenuhan gizi siswa. Tapi, praktik dilapangan saat menyajikan menu MBG dari SPPG jadi tidak bagus. Terkesan, mengutamakan keuntungan dari pada pemenuhan gizi siswa. Itu tampak terlihat saat pemberian menu keringan MBG di Bulan Ramadhan.

Bagaimana tidak, untuk jatah 3 hari (Kamis, Jumat dan Sabtu) menu keringan MBG umtuk bulan Ramadhan yang diterima siswa SDN Gunung Sekar 1 hanya berisi, satu bungkus kecil biskuit marie, satu telur rebus, satu buah apel dan susu ultra milk 1000 ML.

Tak pelak, saat ini muncul istilah dari masyarakat dengan mengatakan, mencari ke untungan besar geratis (MKBG). Sementara, pihak sekolah hanya sebagai penerima manfaat MBG yang diberikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membagikan pada siswanya.

“Menu keringan MBG seperti ini untuk 3 hari, ya tidak wajar. Dapurnya banyak dapat untung, karena hanya berisi satu biji telur rebus, satu biji buah apel, satu bungkus kecil biskuit marie dan susu ultra milk 1000 ML. Seandainya untuk jatah 2 hari masih wajar,” terang seorang Wali Murid SDN Gunung Sekar 1, yang enggan namanya disebutkan.

Informasi yang diterima mediia ini, SDN Gunung Sekar 1 menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Dapur Sahabat Ternak yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

Kepala dapur Tanggumung 003 Yayasan Dapur Sahabat Ternak Ach. Musowwil, saat dikonfirmasi mengatakan, SPPG Tanggunung 003 dalam memberikan menu MBG untuk siswa sekolah dasar sudah sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Gramasi ahli gizi.