Anggota Dewan Angkat Bicara, Soal Carut Marutnya PTSL

oleh -39 views
Suasana saat Bupati berdialog dengan warga yang ditahan sertifikatnya oleh pihak Desa.

LUMAJANG, Selasa (21/1/2020) suaraindonesia-news.com – Carut marut pembiayaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Lumajang, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang, Awaludin ikut angkat bicara.

Saat ditemui sejumlah awak media, Awaludin menyampaikan jika pembiayaan Program PTSL itu boleh dipungut jika masih diambang kewajaran, sesuai aturannya dan kesepakatan bersama.

“Jika masih dianggap wajar, saya kira tidak ada masalah. Dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan bersama,” ungkapnya kepada wartawan.

Ketika ditanya, besarnya ambang kewajaran itu berapa nilainya, Awaludin menjelaskan harus sesuai aturan yang sudah ada.

“Kalau dibawah Rp. 500 ribu, itu saya rasa masih wajar,” beber politisi partai Demokrat ini.

Namun demikian, menurut Awaludin, dana pembiayaan tersebut harus transparan, dan harus disampaikan kepada warga yang mengurus sertifikasi tanahnya.

“Semuanya harus disampaikan, kalau bisa tertulis lebih baik, agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar mantan Kepala Desa (Kades) Wonosari, Kecamatan Tekung ini.

Sedangkan sejumlah warga merasakan kegelisahannya, jika pembiayaan Program PTSL itu sangat mahal. Padahal, menurut salah satu warga, program ini dikhususkan untuk masyarakat Indonesia, kok malah di buat mahal oleh sejumlah oknum perangkat desa.

“Saya mengurus 2 sertifikat, namun satunya tidak diberikan oleh pihak desa, karena masih kurang pembayaran Rp. 400 ribu rupiah,” ungkap warga yang enggan disebut namanya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *