KOTA BOGOR, Senin (26/10) suaraindonesia-news.com – Wali Kota Bogor, Dr. Dedie A. Rachim, M.A., menerima penghargaan dalam ajang Anugerah Apresiasi Suara Indonesia Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan oleh Media Suara Indonesia News sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-16 media tersebut.
Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi dari penyelenggara terhadap Dedie A. Rachim atas kepemimpinannya dalam pemerintahan daerah. Dalam materi penghargaan, apresiasi tersebut dikaitkan dengan upaya mendorong pembangunan Kota Bogor, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dedie A. Rachim memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan pernah menjabat sebagai pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum menjalankan tugas di pemerintahan daerah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di sektor publik.
Pemberian penghargaan ini berlangsung dalam momentum peringatan hari jadi ke-16 Suara Indonesia News. Bagi media tersebut, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi peran pers dalam menyampaikan informasi dan mengawal kepentingan publik di tengah perkembangan teknologi digital.
Pimpinan Redaksi Suara Indonesia News, Zaini Amin, mengatakan bahwa selama 16 tahun perjalanan media tersebut, pihaknya berupaya menjalankan fungsi jurnalistik sebagai sarana penyampaian informasi, ruang aspirasi masyarakat, serta bagian dari kontrol sosial.
“Selama 16 tahun, Suara Indonesia berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai media penyampaian informasi, mengawal kepentingan publik, serta menjadi ruang aspirasi bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Zaini Amin.
Menurut Zaini, perjalanan sebuah media tidak terlepas dari kerja bersama para jurnalis, tim redaksi, mitra, narasumber, dan masyarakat. Kepercayaan publik, katanya, menjadi hal penting yang perlu dijaga melalui pemberitaan yang berlandaskan fakta, verifikasi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
“Kami menyadari bahwa perjalanan selama 16 tahun ini tidak dapat dilepaskan dari kerja keras para wartawan di lapangan, kekompakan tim redaksi, dukungan para mitra, kepercayaan narasumber, dan partisipasi masyarakat. Semua itu menjadi bagian penting dari perjalanan Suara Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Kondisi tersebut menuntut media untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, seperti akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan amanah untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan melayani kepentingan masyarakat. Karena itu, kecepatan dalam menyampaikan berita harus tetap diimbangi dengan ketelitian, verifikasi, serta komitmen terhadap kode etik jurnalistik,” ujar Zaini.
Zaini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wartawan dan keluarga besar Suara Indonesia yang telah berkontribusi dalam perjalanan media tersebut, termasuk mereka yang tidak dapat hadir dalam peringatan hari jadi ke-16.
“Kepada seluruh keluarga besar Suara Indonesia, para wartawan dari berbagai daerah yang hadir maupun yang berhalangan hadir, saya menyampaikan terima kasih. Kontribusi kalian merupakan bagian penting dari perjalanan media ini. Semoga semangat kebersamaan dan tanggung jawab jurnalistik terus terjaga,” tuturnya.
Terkait pemberian penghargaan kepada Dedie A. Rachim dan sejumlah penerima lainnya, Zaini menegaskan bahwa apresiasi tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan penyelenggara terhadap kontribusi yang dinilai relevan dengan bidang masing-masing.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar seremoni atau piala yang dipajang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja, dedikasi, dan kontribusi yang dinilai memberikan manfaat di berbagai bidang, baik pemerintahan, pelayanan masyarakat, pendidikan, maupun sektor lainnya,” kata Zaini.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan bagi para penerima untuk terus menjalankan tanggung jawabnya secara profesional dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Namun, menurutnya, penghargaan juga perlu menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan keterbukaan terhadap evaluasi.
Dalam konteks pemerintahan daerah, peningkatan pelayanan publik dan pembangunan kota membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pelaksanaan program, kualitas layanan, penggunaan anggaran, serta tindak lanjut atas aspirasi warga merupakan sejumlah aspek yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Penghargaan yang diterima Dedie A. Rachim merupakan penilaian dari penyelenggara Anugerah Apresiasi Suara Indonesia Award 2026. Penilaian tersebut perlu dibedakan dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan, yang dapat ditelaah melalui program, data, capaian, serta indikator pelayanan publik yang dapat diverifikasi.
Melalui peringatan hari jadi ke-16 dan penyelenggaraan penghargaan tersebut, Suara Indonesia News berharap dapat terus mendorong apresiasi terhadap kontribusi di berbagai bidang sekaligus menjaga komitmen terhadap fungsi pers sebagai penyampai informasi dan pengawas kepentingan publik.
Penyelenggara juga berharap momentum ini dapat memperkuat hubungan antara media, pemerintah, dan masyarakat tanpa mengurangi independensi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan demikian, apresiasi terhadap tokoh publik tetap berjalan seiring dengan keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan kepentingan masyarakat luas.












